Jombang,Kompasgrups.com-Hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang wilayah Dusun Belut, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, bahkan sebuah warung kopi milik warga dilaporkan hancur akibat terpaan angin kencang.
Berdasarkan laporan dari jajaran kepolisian setempat, angin kencang datang bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jogoroto pada siang hari. Dalam waktu singkat, angin puting beliung merusak beberapa bangunan warga di Dusun Belut.
Kapolsek Jogoroto, AKP Mohamad Djulan, S.H., menjelaskan bahwa setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas dari Polsek Jogoroto langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta pendataan terhadap rumah warga yang terdampak.
“Anggota Polsek Jogoroto langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, meminta keterangan dari warga serta membuat laporan terkait kejadian angin puting beliung yang merusak beberapa bangunan milik warga di Dusun Belut,” ujar AKP Djulan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, sedikitnya empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap genteng yang terlepas serta teras bangunan yang rusak akibat terpaan angin kencang.
Beberapa warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah antara lain Legiman (75), seorang petani yang tinggal di Dusun Belut RT 01 RW 07 Desa Ngumpul. Rumahnya mengalami kerusakan pada bagian atap genteng dan teras yang terlepas akibat kuatnya hembusan angin.
Kerusakan juga dialami rumah milik Komariyah (56), seorang buruh yang tinggal di lokasi yang sama. Atap genteng rumahnya dilaporkan terlepas dan sebagian bangunan teras ikut rusak akibat terjangan angin puting beliung.
Selain itu, teras rumah milik Irwan Amirudin juga mengalami kerusakan cukup serius. Teras yang menggunakan bahan seng dilaporkan terlepas seluruhnya akibat terpaan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Sementara itu, kerusakan paling parah dialami oleh Subandi, pemilik sebuah warung kopi di Dusun Belut. Warung yang terbuat dari bambu dengan atap seng tersebut dilaporkan hancur dan seluruh bagian atapnya terbang terbawa angin.“Warung kopi milik warga dengan konstruksi bambu dan atap seng dilaporkan rusak berat hingga bagian atapnya hilang terbawa angin,” jelasnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Seluruh warga yang terdampak dilaporkan selamat meskipun mengalami kerugian material akibat kerusakan bangunan.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan petugas di lapangan, total kerugian material akibat kejadian angin puting beliung tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Setelah melakukan pengecekan, petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama pada musim hujan yang kerap disertai angin kencang.Pihak kepolisian bersama perangkat desa juga melakukan pendataan lanjutan guna memastikan kondisi warga yang terdampak serta mengantisipasi kemungkinan kerusakan lain yang belum terlaporkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana seperti puting beliung.(Zafin)


