Jombang,Kompasgrups.com-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Senin (30/3/2026) sore hingga malam, sempat menyebabkan Sungai Watulawang di Desa Klitih meluap dan menggenangi jalan pemukiman warga.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat hingga meluber ke area permukiman, khususnya di Dusun Pojok, Desa Klitih. Ketinggian air yang menggenangi jalan warga dilaporkan mencapai sekitar 20 sentimeter.
Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, S.Sos., menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan patroli dan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman.“Curah hujan yang cukup deras menyebabkan air Sungai Watulawang meluap hingga ke jalan pemukiman. Namun, alhamdulillah genangan tidak berlangsung lama dan berangsur surut,” ujarnya.
Sekitar pukul 20.30 WIB, genangan air di wilayah Dusun Pojok mulai surut secara bertahap. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 21.00 WIB, kondisi air dilaporkan sudah kembali normal dan tidak lagi menggenangi jalan warga.
Dalam kejadian ini, tidak ditemukan adanya kerusakan materiil maupun korban jiwa. Meski demikian, aparat kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli rutin serta memberikan imbauan kepada masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di tengah potensi cuaca ekstrem.
“Situasi saat ini aman dan kondusif. Kami tetap siaga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,” tambah AKP Sartono.
Ia juga menyampaikan harapan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Jombang agar segera mengambil langkah konkret dalam penanganan banjir, khususnya di wilayah yang kerap terdampak luapan sungai saat musim hujan.
Warga berharap adanya normalisasi sungai maupun pembangunan sistem drainase yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi potensi bencana di lingkungan sekitar.(Zafin)


