-->

Food

KSR UM Jember Turut Menjadi Relawan dalam Project SCR PMI Jember dan JRCS Jepang

Selasa, Juli 28, 2026, 11:19:00 AM WIB Last Updated 2026-07-28T09:18:23Z

Foto istimewa KSR PMI Unmuh Jember  Langsung Perkuat Pertahanan Warga Pesisir Jember Hadapi Bencana


JEMBER, KOMPASGRUPS.COM – Menjawab tantangan risiko bencana di wilayah pesisir, Palang Merah Indonesia (PMI) bersinergi dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) meluncurkan program strategis jangka panjang bernama School Community Resilience Project. Program berdurasi tiga tahun (2025–2027) ini menargetkan lahirnya masyarakat dan sekolah yang tangguh menghadapi ancaman bencana alam.

Sebagai fondasi awal, digelar Pelatihan Dasar Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction/DRR) dan Penilaian Kapasitas Kerentanan (Enhanced Vulnerability Capacity Assessment/EVCA) yang berlangsung selama empat hari, 16 hingga 20 Januari 2025 di Hotel Safari, Jember.

Keterlibatan Aktif Mahasiswa Unmuh Jember
Sorutan utama dalam pelatihan ini adalah keterlibatan dua mahasiswa berprestasi dari Korps Sukarela (KSR) PMI Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Mereka adalah Lutfiah Indah Fardiyatin (Mahasiswa PGPAUD) dan Nur Alfiah (Mahasiswa Keperawatan). Bersama 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember lainnya, mereka dibimbing langsung oleh fasilitator handal dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, serta tim ahli dari JRCS Jepang.

Wilayah sasaran utama proyek ambisius ini nantinya difokuskan di kawasan pesisir selatan Jember, meliputi Kecamatan Puger dan Gumukmas, daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bahaya gempa bumi dan tsunami.

Membangun Kesiapsiagaan Lewat Teori dan Simulasi
Koordinator Program School and Community Resilience (SCR), Weni Catur, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk mematangkan kemampuan teknis dan mental relawan. Materi mencakup pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, Satuan Pendidikan Aman Bencana, hingga kajian risiko yang disertai praktik simulasi lapangan.

Saat membuka acara, Dr. Muhammad Thamrin, SE, MM (saat itu menjabat Ketua PMI Kabupaten Jember), menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen demi keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Pengalaman Berharga Melampaui Ruang Kelas
Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek bergengsi ini menjadi pengalaman tak ternilai. Salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan kesannya:

"Proyek SCR ini membuat kami mendapatkan pengalaman langsung yang tidak kami dapat di bangku kuliah. Kami bisa terjun langsung ke masyarakat untuk mewujudkan komunitas Jember yang tangguh bencana. Selain itu, mendapatkan relasi berskala nasional bahkan internasional menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi kami," ungkapnya penuh semangat.

Dengan bekal kompetensi yang telah ditempa, para relawan siap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan pemahaman kebencanaan, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat benteng pertahanan warga di wilayah pesisir Jember hingga tahun 2027.(Red)


Komentar

Tampilkan

  • KSR UM Jember Turut Menjadi Relawan dalam Project SCR PMI Jember dan JRCS Jepang
  • 0

Terkini

Music