(Foto istimewa. Dok.foto jurnalis kompasgrups.com)
JEMBER,KOMPASGRUPS.COM – Langkah nyata membangun kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir Kabupaten Jember diwujudkan melalui kolaborasi besar. Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) meluncurkan School Community Resilience Project, sebuah program strategis berdurasi panjang selama tiga tahun (2025–2027). Selasa (28/7/2026) 10:30 WIB.
Sebagai bagian penting dari kegiatan ini, digelar Pelatihan Dasar Pengurangan Risiko Bencana atau Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 16 hingga 20 Januari 2025 di Hotel Safari, Jember.
Yang menjadi sorotan, dua mahasiswa dari Korps Sukarela (KSR) PMI Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dilibatkan secara langsung dalam proyek bergengsi ini. Mereka adalah Lutfiah Indah Fardiyatin (Mahasiswa PGPAUD) dan Nur Alfiah (Mahasiswa Keperawatan), yang bergabung bersama 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember lainnya. Kegiatan ini didukung penuh oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, serta perwakilan JRCS Jepang.
Membangun Pondasi Ketangguhan di Wilayah Rawan
Koordinator Program School and Community Resilience (SCR), Weni Catur, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan mematangkan kemampuan teknis dan mental para relawan. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, Satuan Pendidikan Aman Bencana, hingga kajian risiko lengkap dengan simulasi lapangan.
(Foto bersama para mahasiswa)
Wilayah sasaran utama dari proyek besar ini nantinya difokuskan di kawasan pesisir selatan Jember, tepatnya di Kecamatan Puger dan Gumukmas, yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman gempa bumi serta tsunami.
Saat membuka kegiatan, Dr. Muhammad Thamrin, SE, MM (saat itu menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Jember) menekankan pentingnya peran serta semua elemen dalam memastikan program ini berjalan efektif demi keselamatan masyarakat.
Pengalaman Nyata Melampaui Ruang Kelas
Bagi perwakilan KSR PMI Unmuh Jember, keterlibatan ini menjadi pengalaman luar biasa. Salah satu peserta mengungkapkan kesan mendalam mengikuti kegiatan tersebut.
"Proyek SCR ini membuat kami mendapatkan pengalaman langsung yang tidak kami dapat di bangku kuliah. Kami bisa terjun langsung ke masyarakat untuk mewujudkan komunitas Jember yang tangguh bencana. Selain itu, mendapatkan relasi berskala nasional bahkan internasional menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi kami," ungkap mereka dengan antusias.
Dengan bekal teori dan praktik yang matang dari pelatihan ini, para relawan diharapkan siap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan pemahaman kebencanaan, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat ketahanan warga di wilayah pesisir Jember hingga tahun 2027 mendatang.(Redaksi)

