-->

Food

Festival Gambus Misri 2026 Jadi Ruang Regenerasi, Generasi Muda Jombang Antusias Hidupkan Kembali Budaya Lokal

Selasa, Agustus 11, 2026, 11:50:00 AM WIB Last Updated 2026-08-11T04:50:07Z

Jombang,Kompasgrups.com-Kesenian tradisional khas Kabupaten Jombang, Gambus Misri Bintang 9, kembali mendapat perhatian masyarakat setelah sempat vakum selama kurang lebih empat dekade. Antusiasme generasi muda terlihat dalam Festival Gambus Misri 2026 yang mencapai puncaknya pada Senin (10/8/2026) malam di Dusun Kendalsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.


Festival budaya tersebut sebelumnya telah dimulai sejak Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Gambus Misri Bintang 9 dengan dukungan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Pemerintah Kabupaten Jombang.Gambus Misri merupakan kesenian khas Jombang yang diciptakan oleh almarhum Pak Asfandi, seorang santri Tebuireng. Kesenian ini memiliki karakter unik karena mengadopsi struktur pertunjukan drama rakyat atau ludruk yang dipadukan dengan berbagai unsur seni lainnya, mulai dari musik gambus bernuansa Melayu, tarian yang terinspirasi gerakan Zapin, lagu-lagu Islami, lawakan khas, hingga cerita yang mengandung pesan dakwah Islam, moral, dan nilai sosial.


Setelah mengalami masa mati suri selama puluhan tahun, kesenian Gambus Misri kembali dihidupkan oleh Yayasan Air Kita pada 2018. Upaya tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional tersebut hingga akhirnya Gambus Misri kembali memperoleh ruang lebih luas di tengah masyarakat melalui Festival Gambus Misri 2026.

Ketua Penyelenggara Gambus Misri Bintang 9, Anasrul Hakim, mengatakan Festival Gambus Misri 2026 merupakan gelaran kedua yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan nguri-uri atau melestarikan budaya, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM lokal sehingga keberadaan festival dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


"Harapan besar kami melalui kegiatan ini adalah menjadikan Desa Kendalsari sebagai salah satu Desa Wisata Edukasi Gambus Misri. Kami ingin kebudayaan ini tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga," ujar Anasrul Hakim.

Mewakili Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanudin atau Gus Wabup menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Jombang atas terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai Gambus Misri merupakan kesenian yang memiliki karakter kuat dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Jombang.


Gus Wabup Salmanudin juga bernostalgia karena telah mengenal Gambus Misri sejak berusia 12 tahun. Menurutnya, keberadaan generasi penerus menjadi faktor penting agar kesenian tradisional tersebut tidak kembali tenggelam di tengah perkembangan zaman.


"Kesenian Gambus Misri memiliki karakter yang sangat khas. Namun, tantangan kita saat ini adalah masih banyaknya generasi muda yang belum mengenalnya secara utuh. Pemkab Jombang berkomitmen tinggi untuk terus mendampingi dan menyediakan ruang ekspresi, baik di Gedung Kesenian, Pendopo Kabupaten, maupun fasilitas pemerintah daerah lainnya, agar regenerasi ini terus berjalan," tegas Gus Wabup saat membacakan amanat Bupati Jombang.


Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, budayawan, dan tokoh agama turut hadir dalam festival tersebut. Di antaranya Kepala Bakesbangpol Jombang Budi Winarno, S.T., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Dra. Wor Windari, M.Si., Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jombang Nur Evva Maylia, S.STP., M.M., Forkopimcam Sumobito, budayawan senior Jombang Nasrul Illah Mbah Saiman, serta para tokoh agama dan masyarakat.


Rangkaian Festival Gambus Misri 2026 berlangsung selama dua hari dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Pada hari pertama, Minggu (9/8/2026), kegiatan diawali senam sehat bersama warga, dilanjutkan lomba mewarnai yang diikuti 120 anak, pertunjukan seni antarsekolah, serta penampilan Spectra Band. Grup tersebut membawakan lagu ikonik Gambus Misri, yakni "Selamat Datang" dan "Berdoa", dengan sentuhan musik modern.


Sementara itu, malam puncak pada Senin (10/8/2026) menghadirkan kolaborasi antara generasi sepuh atau para maestro Gambus Misri dengan generasi penerus dari kalangan Gen Z dan Gen Alfa. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari upaya memperkenalkan kembali Gambus Misri kepada anak-anak muda.


Pementasan malam puncak diawali pertunjukan Teater Dermaga dari SMK Unggulan NU Mojoagung. Para pelajar Gen Z tersebut sebelumnya mengikuti Kemah Gambus Misri atau Gambus Misri Camp 2026 yang digelar pada awal Juli bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur. Dalam kegiatan itu, mereka mempelajari teknik vokal, drama rakyat, dan musik gambus secara langsung dari para maestro, sebelum kemudian menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan mereka di sekolah.


Pertunjukan semakin istimewa dengan tampilnya para maestro Gambus Misri Bintang 9 serta kehadiran pembawa acara legendaris Gambus Misri era 1980-an, Aan Rosyadi dari Mawar Bersemi. Kehadiran para pelaku seni lintas generasi tersebut memperlihatkan bahwa Gambus Misri masih memiliki daya tarik untuk terus dikembangkan.


Festival Gambus Misri 2026 akhirnya menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali kesenian tradisional khas Jombang tersebut. Kolaborasi antara para maestro sepuh dengan semangat generasi muda diharapkan mampu memastikan Gambus Misri tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi berkembang menjadi identitas budaya Jombang yang terus dikenal dan dicintai generasi mendatang.(Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Festival Gambus Misri 2026 Jadi Ruang Regenerasi, Generasi Muda Jombang Antusias Hidupkan Kembali Budaya Lokal
  • 0

Terkini

Music