-->

Food

Jombang Santri Masuk Lima Besar Kejurprov Renang Junior Piala Gubernur Jatim 2026, Borong 10 Medali dari 12 Atlet

Senin, Agustus 03, 2026, 7:48:00 AM WIB Last Updated 2026-08-03T00:48:10Z

Jombang,Kompasgrups.com-Kontingen renang Jombang Santri kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang Junior Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yang digelar di Kolam Renang Gajayana, Kota Malang, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Bermodal 12 atlet, kontingen Jombang berhasil membawa pulang 10 medali yang terdiri atas 4 emas, 2 perak, dan 4 perunggu, sekaligus mengamankan posisi lima besar pada klasemen akhir perolehan medali.


Hasil tersebut menjadi pencapaian yang patut diapresiasi mengingat jumlah atlet Jombang jauh lebih sedikit dibandingkan sejumlah kontingen lain yang menurunkan puluhan perenang. Berdasarkan klasemen akhir, Jombang berada di peringkat kelima di bawah Kota Malang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Gresik.


Penyumbang medali terbanyak bagi Jombang Santri adalah Echa Hana Maretha dari kelompok umur 2015 putri. Atlet muda ini tampil impresif dengan merebut dua medali emas pada nomor Gaya Bebas 400 meter dan Gaya Bebas 200 meter. Selain itu, Echa juga menambah koleksi dua medali perunggu dari nomor Gaya Bebas 100 meter serta Gaya Kupu-kupu 100 meter.


Prestasi tak kalah gemilang ditorehkan Zeia Safaa Ameera dari kelompok umur 2018 putri. Zeia sukses mempersembahkan dua medali emas melalui nomor Gaya Bebas 50 meter dan Gaya Kupu-kupu 50 meter. Ia juga berhasil menyumbangkan satu medali perak pada nomor Gaya Punggung 50 meter.

Dari sektor putra, Malik Keenan N kelompok umur 2018 turut memberikan kontribusi dengan meraih medali perak pada nomor Gaya Bebas 50 meter serta medali perunggu di nomor Gaya Kupu-kupu 50 meter. Sementara Akio Shaqilano dari kelompok umur 2017 putra menambah raihan medali perunggu melalui nomor Gaya Bebas 100 meter.


Selain para peraih medali, atlet-atlet muda lainnya juga menunjukkan perkembangan yang positif. Meski belum berhasil naik podium, delapan atlet mampu mencatatkan peningkatan performa dengan membukukan catatan waktu terbaik di nomor masing-masing. Di antaranya Esta Leora kelompok umur 2017 putri yang menjadi Juara Seri pada nomor Gaya Punggung 50 meter serta Fadhil kelompok umur 2017 putra yang menjadi Juara Seri pada nomor Gaya Kupu-kupu 50 meter.

Selama mengikuti kejuaraan, kontingen Jombang Santri mendapat pendampingan dari dua official, yakni Rafy Hidayat dan Joko Satria DW. Untuk mendukung penampilan atlet secara maksimal, panitia kontingen juga menyiapkan 15 kamar hotel selama dua malam dengan anggaran sekitar Rp15 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan atlet selama bertanding.


Pada klasemen akhir, Kota Malang keluar sebagai juara umum setelah menurunkan 79 atlet dan mengoleksi 15 medali emas, 8 perak, serta 6 perunggu. Kabupaten Bangkalan berada di posisi kedua dengan raihan 6 emas, 6 perak, dan 9 perunggu dari 30 atlet. Posisi ketiga ditempati Kabupaten Pasuruan dengan 5 emas, 9 perak, dan 6 perunggu, disusul Kabupaten Gresik di peringkat keempat dengan 4 emas, 9 perak, dan 5 perunggu. Jombang Santri melengkapi lima besar dengan torehan 4 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

Photo :Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Jombang, Drs. Anang Masruchin, M.Si., yang juga menjabat Bidang Media dan Promosi Pengprov AI Jawa Timur.

Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Jombang, Drs. Anang Masruchin, M.Si., yang juga menjabat Bidang Media dan Promosi Pengprov AI Jawa Timur, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet usia dini yang selama ini dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mencetak atlet-atlet renang yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.


Ia menambahkan, pembinaan cabang olahraga renang membutuhkan dukungan besar dari berbagai pihak. Selain sinergi antara pengurus, pelatih, dan orang tua atlet, biaya latihan dan perlengkapan juga cukup tinggi. Iuran pembinaan berkisar Rp250 ribu hingga Rp2 juta per bulan, sementara perlengkapan bertanding seperti baju renang standar kompetisi bernilai antara Rp1,5 juta hingga Rp6,5 juta, belum termasuk kacamata renang berkualitas, topi renang, dan perlengkapan pendukung lainnya.


Anang juga menegaskan pentingnya kehadiran pelatih berlisensi nasional yang memiliki kompetensi memadai agar proses pembinaan berjalan optimal. Dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, diharapkan lahir lebih banyak atlet renang berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Jombang di tingkat Jawa Timur maupun nasional. (Zafin)




Komentar

Tampilkan

  • Jombang Santri Masuk Lima Besar Kejurprov Renang Junior Piala Gubernur Jatim 2026, Borong 10 Medali dari 12 Atlet
  • 0

Terkini

Music