BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Ribuan warga memadati sepanjang rute Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar Pemerintah Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu menjadi magnet bagi masyarakat. Puluhan peserta dari seluruh dusun di Desa Tegalharjo tampil dengan beragam kreasi budaya, seni tradisional, kostum tematik, hingga atraksi yang menggambarkan semangat perjuangan dan kehidupan masyarakat Banyuwangi.
Sepanjang rute pawai yang mencapai hampir tiga kilometer, ribuan warga tampak berjejer di sisi jalan untuk menyaksikan penampilan para peserta. Sorak sorai, tepuk tangan, dan dukungan masyarakat terus mengiringi setiap rombongan yang melintas, menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Desa Tegalharjo sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Glenmore yang memiliki wilayah cukup luas dan berbatasan langsung dengan sejumlah desa di Kecamatan Kalibaru, sehingga kegiatan budaya semacam ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial lintas wilayah.
Selain dihadiri tokoh masyarakat dan perangkat desa, dari atas tribun kehormatan tampak hadir Camat Glenmore beserta jajaran, para kepala desa se-Kecamatan Glenmore, hingga sejumlah kepala desa dari Kecamatan Kalibaru yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pawai budaya tersebut.
Kehadiran para tamu undangan menunjukkan bahwa kegiatan budaya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga menjadi ruang silaturahmi antarwilayah dan wadah memperkuat sinergi antarpemerintah desa.
Kepala Desa Tegalharjo, Andrik Tri Waluyo, tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Di tengah antusiasme masyarakat, ia beberapa kali terlihat memberikan apresiasi langsung kepada para peserta yang telah berupaya menampilkan kreativitas terbaiknya.
Menurut Andrik, pawai budaya merupakan bentuk rasa syukur masyarakat dalam mengisi kemerdekaan sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi muda.
"Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa. Melalui pawai budaya ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenang perjuangan tersebut sekaligus mencintai budaya daerah yang menjadi identitas kita," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan acara merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat, mulai dari panitia, peserta, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparat keamanan yang turut mendukung kelancaran kegiatan.
"Kami bersyukur masyarakat begitu antusias. Ini menunjukkan bahwa budaya masih mendapat tempat di hati warga. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus menjadi agenda pemersatu masyarakat dan sarana melestarikan nilai-nilai luhur bangsa," tambahnya.
Salah seorang warga yang hadir bersama keluarganya mengaku terkesan dengan pelaksanaan pawai budaya tahun ini.
"Ramai sekali. Setiap dusun punya ciri khas dan kreativitas masing-masing. Anak-anak juga bisa melihat langsung budaya yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dari cerita orang tua. Acara seperti ini sangat positif," ungkapnya.
Dari sisi keamanan, pelaksanaan pawai berlangsung tertib dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Glenmore, Koramil 0825/16 Glenmore, Linmas Desa Tegalharjo, serta panitia pelaksana yang ditempatkan di berbagai titik strategis sepanjang rute pawai.
Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, panitia, peserta pawai, serta seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, namun tetap mampu menjaga ketertiban dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung," kata AKP Budi Hermawan.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, Linmas, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
"Pawai budaya bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Semangat kebersamaan seperti ini sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan harmonis," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai pengingat bahwa persatuan merupakan modal utama dalam membangun desa dan bangsa.
Berakhirnya pawai budaya disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang masih bertahan hingga malam hari. Bagi warga Tegalharjo, kegiatan tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan simbol kebersamaan yang mempertemukan seluruh lapisan masyarakat dalam satu semangat, yakni merayakan kemerdekaan dengan budaya, persatuan, dan gotong royong.(Atmaja)
