Banyuwangi,Kompasgrups.Com – Kepedulian terhadap kondisi lingkungan ditunjukkan Babinsa Koramil 0825/16 Glenmore bersama warga Dusun Sugih Waras RT 02 dan RT 03 RW 04, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, melalui kegiatan karya bhakti pembuatan saluran air (parit), sebagai langkah konkret mengantisipasi tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong itu dilatarbelakangi kondisi jalan lingkungan yang kerap tergenang saat hujan deras turun.
Genangan air yang tidak segera mengalir kerap mempercepat kerusakan badan jalan, bahkan berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah dan petani yang melintas setiap hari.
Sejak pagi, Babinsa bersama masyarakat tampak bahu-membahu menggali tanah, merapikan sisi saluran, serta memastikan kemiringan parit sesuai agar air dapat mengalir lancar. Meski menggunakan peralatan sederhana, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat.
Babinsa setempat mengatakan, karya bhakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI untuk hadir dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, permasalahan kecil seperti drainase sering kali berdampak besar jika tidak segera ditangani.
“Saluran air yang baik akan mencegah genangan dan memperpanjang usia jalan. Ini bentuk kepedulian bersama agar lingkungan tetap aman dan nyaman,” ujar Sugeng Babinsa Desa Bumiharjo
Warga Dusun Sugih Waras menyambut baik keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran aparat kewilayahan bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi motor penggerak kebersamaan. Salah satu warga menyampaikan bahwa gotong royong seperti ini mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.Jumat (13/2/2026)
“Dengan selesainya pembuatan saluran air, diharapkan aliran air hujan dapat tertata dengan baik sehingga risiko banjir kecil maupun kerusakan jalan dapat diminimalisir. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya budaya gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat desa dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama saat musim penghujan tiba."Tutup warga (Atmaja)

