Jombang,Kompasgrups.com-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Jombang menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-8 IWO Indonesia yang dirangkai dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Sabtu (14/2/2026), di wilayah Kabupaten Jombang. Kegiatan ini mengusung semangat Trusted Journalist atau jurnalis tepercaya sebagai fondasi utama dalam membangun demokrasi dan peradaban informasi yang sehat.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota IWOI Jombang, unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Peringatan ini menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pemberitaan di tengah dinamika era digital.
Dalam sambutan pembuka, Ketua DPD IWOI Kabupaten Jombang, Agus Pamuji, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan semangat seluruh anggota sehingga kegiatan dapat terlaksana secara terstruktur dan kondusif.
“Kerja keras dan semangat teman-teman IWOI Jombang membuat kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Kami juga sangat membutuhkan kritik dalam bingkai kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Agus menyoroti masih adanya persoalan diskriminasi pelayanan, diskriminasi informasi, serta kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Ia berharap, ke depan tidak lagi terjadi perlakuan diskriminatif, khususnya di Kabupaten Jombang.
“Kami berharap tidak ada lagi diskriminasi pelayanan dan informasi, serta tidak ada lagi kesenjangan sosial di Jombang. Pers harus hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Sambutan Kapolres Jombang, Ardi Kurniawan, yang diwakili Wakapolres Syarlis, menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres berhalangan hadir akibat padatnya agenda persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, pihak kepolisian mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers Jombang.“Jurnalis adalah salah satu tonggak demokrasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap lahir jurnalisme yang terpercaya, objektif, dan berimbang,” ujarnya.Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media dalam menyampaikan informasi kepada publik maupun menampung aspirasi masyarakat agar tercipta situasi yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Pembina IWOI Jombang sekaligus Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Jombang, Syarif Hidayatullah atau akrab disapa Gus Sentot, menekankan bahwa masyarakat sangat membutuhkan media yang kredibel dan dapat dipercaya.
“Masyarakat membutuhkan media yang menyajikan berita faktual, realistis, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jurnalisme terpercaya adalah kebutuhan utama saat ini,” tuturnya.
Ia juga menyinggung persoalan infrastruktur di Kabupaten Jombang yang belum sepenuhnya menjadi prioritas nasional, meskipun kualitasnya dinilai cukup baik.
“Kita perlu berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membangun Jombang lebih baik. Media memiliki peran besar dalam mengawal pembangunan,” jelasnya.
Gus Sentot berharap komunitas IWOI mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas jurnalis agar semakin profesional.
“Saya berharap teman-teman IWOI terus meningkatkan kompetensi dan kualitas, sehingga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Sambutan Bupati Jombang, Warsubi, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syaiful Anwar, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran bupati karena bersamaan dengan agenda di pendopo kabupaten.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Pemerintah Kabupaten Jombang mengucapkan selamat atas Harlah ke-8 IWO Indonesia dan Hari Pers Nasional 2026.“Semoga IWOI semakin solid, profesional, dan terus menjadi bagian dalam membangun peradaban informasi yang sehat, khususnya di Kabupaten Jombang,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi. Wartawan dituntut kritis, berimbang, serta beretika dalam menyampaikan informasi kepada publik.“Pers memiliki tugas penting untuk mencerdaskan masyarakat.Profesionalisme harus terus ditingkatkan,” katanya.
Pemerintah daerah juga mendorong sinergi antara insan pers dengan aparat penegak hukum, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
“Bersinergi bukan berarti anti kritik. Kami tetap membuka ruang kritik, selama bersifat konstruktif demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Peringatan Harlah IWO Indonesia ke-8 dan Hari Pers Nasional ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan komitmen insan pers di Jombang untuk terus menjaga independensi, integritas, dan kualitas jurnalistik.
Media memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat partisipasi publik, serta mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.Melalui momentum ini, IWOI Jombang berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan iklim informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab.
“Dengan semangat Hari Pers Nasional, mari kita wujudkan Jombang yang maju, aman, kondusif, dan sejahtera untuk semua,” pungkas ketua pelaksana IWOI.Peringatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pembangunan daerah di Kabupaten Jombang.(Zafin)


