Insiden tersebut terjadi di ruas penghubung Kecamatan Genteng dan Kalibaru yang merupakan salah satu jalur vital aktivitas warga dan distribusi barang. Saat proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan berlangsung, sebagian badan jalan digunakan petugas, sehingga arus lalu lintas tidak dapat berjalan normal.
Akibatnya, kendaraan dari arah Genteng menuju Kalibaru maupun sebaliknya terpantau mengular hingga ratusan meter. Sejumlah pengendara harus memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti total sambil menunggu proses penanganan selesai.
Petugas kepolisian bersama tim terkait melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup untuk mengurai kepadatan. Setelah evakuasi selesai, arus kendaraan mulai bergerak meski kepadatan masih tersisa di beberapa titik.
Sejumlah pengguna jalan mengaku terdampak cukup signifikan akibat kemacetan tersebut.
“Saya dari arah Kalibaru mau ke Genteng, sudah hampir satu jam tertahan. Tidak tahu awalnya ada kecelakaan, tiba-tiba macet total,” ujar Rudi (34), salah satu pengendara roda empat yang melintas di lokasi.
Hal senada disampaikan Siti (28), pengendara sepeda motor yang hendak bekerja. Ia berharap penanganan kecelakaan ke depan bisa lebih cepat agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.
“Kalau bisa ada jalur alternatif atau rekayasa lalu lintas lebih cepat, karena ini jam aktivitas orang berangkat kerja,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap kecelakaan maupun jumlah korban dalam insiden tersebut. Aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat yang melintas di jalur Genteng–Kalibaru diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan guna menghindari risiko kecelakaan lanjutan. (tim)

