-->

Food

Iklan

Guru dan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG di SDN 1 Kalibaru Wetan, Puskesmas Angkat Bicara

Rabu, Maret 04, 2026, 9:39:00 PM WIB Last Updated 2026-03-04T14:39:18Z

Banyuwangi,Kompasgrups.com – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memicu kegelisahan orang tua siswa.


Satu guru berinisial E.Y. (37) dan satu siswi G.N.A. (10) dilaporkan mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah pada Selasa (3/3/2026). Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah pada Rabu (4/3/2026) langsung menolak puluhan porsi MBG yang belum sempat dikonsumsi siswa lainnya.


Kepala Puskesmas Kalibaru, dr. Aries  saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya dua pasien dari SDN 1 Kalibaru Wetan yang datang dengan keluhan mual dan muntah.

“Benar, kami menerima dua pasien, satu guru dan satu siswi, dengan keluhan mual serta muntah. Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengalami gejala dyspepsia. Kondisinya stabil dan tidak memerlukan rawat inap,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).


Ia menegaskan, hingga saat ini belum dapat disimpulkan secara medis bahwa keluhan tersebut merupakan keracunan makanan.


“Kami belum bisa menyatakan itu keracunan sebelum ada hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan sudah kami amankan dan kirim untuk uji lebih lanjut. Kami masih menunggu hasilnya,” tegasnya.


Menurutnya, faktor penyebab mual dan muntah bisa beragam, mulai dari kondisi lambung, kelelahan, hingga kemungkinan kontaminasi makanan. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan.


“Kami mengimbau orang tua agar tetap tenang. Proses investigasi kesehatan sedang berjalan sesuai prosedur,” tambahnya.



Meski demikian, reaksi keras tetap datang dari sejumlah wali murid. Mereka menilai kejadian ini bukan persoalan sepele, mengingat program MBG menyasar anak-anak usia sekolah dasar.


“Program ini katanya untuk kebaikan anak-anak, tapi kalau sampai ada yang muntah-muntah begini, kami wajar curiga. Jangan jadikan anak kami seperti bahan percobaan,” tegas salah satu wali murid 


Wali murid lainnya bahkan meminta program dihentikan sementara sampai ada jaminan keamanan yang jelas.


“Lebih baik dihentikan dulu daripada nanti korbannya bertambah. Ini soal kesehatan. Kalau memang ada kelalaian, harus dibuka terang-benderang,” ujarnya.


Sejumlah orang tua juga mempertanyakan sistem pengawasan dan standar kebersihan makanan.


“Siapa yang kontrol kualitasnya? Apakah bahan makanannya benar-benar layak? Jangan hanya mengejar target distribusi, tapi abaikan mutu,” keluh orang tua siswa lainnya.


Wali murid mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap penyedia MBG, termasuk proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah. Mereka juga meminta hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan secara terbuka kepada publik demi menjaga transparansi.


Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia MBG belum memberikan pernyataan resmi. Bahkan kejadian tersebut berimbas dengan di tolak nya ratusan porsi MBG pada hari ini oleh pihak sekolahan. Dengan dalih demi keamanan kesehatan. 


Perkembangan kasus ini kini menunggu hasil uji laboratorium dan klarifikasi lanjutan dari pihak berwenang. (Tim)

Komentar

Tampilkan

  • Guru dan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG di SDN 1 Kalibaru Wetan, Puskesmas Angkat Bicara
  • 0

Terkini

Music