(Foto Abi Arbain ketua IWB dan foto Jalan yang penuh Erupsi Debu)
BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, yang digadang-gadang sebagai program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, justru memicu keluhan warga. Aktivitas truk proyek yang keluar masuk lokasi pembangunan disebut menimbulkan debu tebal hingga mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Keluhan tersebut mencuat setelah Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menerima berbagai laporan dari warga, khususnya yang tinggal di sekitar Dusun Mangunrejo. Mereka mengaku setiap hari harus menghadapi kepulan debu dari kendaraan proyek yang melintas di jalan permukiman.Selasa (10/3/2026).
Saat cuaca panas, debu beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga. Sementara ketika hujan turun, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur akibat aktivitas kendaraan berat.
“Kalau siang panas debunya sangat tebal, sampai masuk ke rumah. Tapi kalau hujan malah jadi licin dan berbahaya bagi pengendara,” ungkap salah satu laporan warga yang diterima IWB.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Beberapa warga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan debu dari aktivitas proyek. Bahkan muncul dugaan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) pada sebagian warga di sekitar lokasi pembangunan.
Sorotan terhadap persoalan ini juga datang dari Abi Arbain, yang menilai keluhan warga harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun pihak pelaksana proyek.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program nasional memang memiliki tujuan baik, yakni meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan yang membawa nama program nasional harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab. Dampak yang dirasakan masyarakat, menurutnya, tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
“Program nasional tentu penting dan harus berjalan. Tapi jangan sampai warga justru menjadi korban dari dampak proyek tersebut. Harus ada langkah cepat untuk mengendalikan debu dan menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang melibatkan beberapa kementerian, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta Kementerian Ketenagakerjaan.
Karena itu, Abi Arbain berharap adanya koordinasi cepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak pelaksana proyek untuk mencari solusi atas keluhan warga. Langkah seperti penyiraman jalan secara rutin, pembersihan akses jalan, serta pengaturan lalu lintas kendaraan proyek dinilai perlu segera dilakukan.
“Harapannya pembangunan tetap berjalan, tetapi masyarakat di sekitar lokasi proyek juga tidak terus menerus terdampak,” pungkasnya.(Tim)
