-->

Food

Iklan

Andre Tri Waluyo Murka Usai Kericuhan Stadion Maron: Ketua PSSI Banyuwangi Diminta Bertanggung Jawab dan Mundur

Rabu, Mei 20, 2026, 10:46:00 PM WIB Last Updated 2026-05-20T15:46:53Z

Banyuwangi,Kompasgrups.com– Pertandingan panas babak 8 besar Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi 2026 antara PMJ FC Krikilan melawan Persegam Gambiran di Stadion Maron Genteng, Rabu (20/5/2026), berlangsung penuh tensi hingga diwarnai insiden kericuhan suporter yang memicu sorotan tajam dari berbagai pihak


Laga yang menjadi penentu satu tiket menuju babak semifinal tersebut sejak awal berjalan sengit. Kedua tim tampil ngotot dengan tempo permainan tinggi demi mengamankan kemenangan. Ribuan suporter dari kedua kubu memadati Stadion Maron Genteng dan menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan berlangsung.


PMJ FC Krikilan tampil agresif sejak menit awal melalui permainan cepat dan tekanan dari sektor sayap. Sementara Persegam Gambiran memilih bermain lebih disiplin sambil mengandalkan serangan balik cepat. Duel keras di lini tengah beberapa kali memancing sorakan penonton yang larut dalam panasnya pertandingan.


Namun situasi mulai memanas ketika sejumlah suporter diduga mencoba merangsek masuk ke dalam area stadion. Desakan massa membuat pagar sisi timur stadion dilaporkan jebol hingga memicu kepanikan di sekitar tribun penonton. Aparat keamanan bersama panitia pelaksana terlihat kewalahan mengendalikan situasi dan langsung memperketat penjagaan di sejumlah titik rawan.


Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Big Bos PMJ FC, Andre Tri Waluyo. Ia menilai sistem pengamanan pertandingan sangat buruk dan tidak layak terjadi dalam laga besar yang menjadi perhatian ribuan masyarakat Banyuwangi.


“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Pertandingan sebesar babak 8 besar seharusnya memiliki pengamanan maksimal. Jangan sampai suporter bisa dengan mudah masuk ke area pertandingan karena itu sangat membahayakan pemain, official, dan penonton lainnya,” tegas Andre Tri Waluyo.


Tak hanya mengkritik panitia pelaksana, Andre juga melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan PSSI Kabupaten Banyuwangi saat ini. Menurutnya, kericuhan tersebut menjadi bukti lemahnya manajemen dan koordinasi penyelenggara turnamen.


“Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi saat ini harus berani bertanggung jawab atas kekacauan ini. Kalau memang tidak mampu mengelola kompetisi dengan baik dan menjamin keamanan pertandingan, lebih baik mundur saja. Sepak bola Banyuwangi butuh pemimpin yang serius, profesional, dan benar-benar peduli terhadap keselamatan pemain maupun suporter,” ujarnya dengan nada kecewa.



Andre bahkan menyebut turnamen sebaiknya dihentikan apabila penyelenggara tidak mampu menghadirkan rasa aman dalam setiap pertandingan.



“Kalau memang tidak mampu menjaga pertandingan tetap aman dan kondusif, lebih baik turnamen ini dibubarkan saja daripada mencoreng nama sepak bola Banyuwangi,” tambahnya.


Pernyataan keras tersebut langsung menjadi perhatian para suporter dan masyarakat yang hadir di Stadion Maron Genteng. Banyak pihak berharap insiden tersebut menjadi evaluasi serius bagi panitia maupun PSSI Kabupaten Banyuwangi agar pertandingan selanjutnya dapat berlangsung lebih tertib dan aman.


Di tengah panasnya suasana pertandingan, kedua tim tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga laga berakhir dengan skor imbang 0-0. Ketegangan kemudian berlanjut ke babak adu penalti yang membuat ribuan penonton menahan napas menyaksikan jalannya pertandingan penentuan tersebut.


Laga PMJ FC Krikilan kontra Persegam Gambiran pun menjadi salah satu pertandingan paling menyita perhatian dalam gelaran Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi 2026. Selain menyuguhkan tensi tinggi di atas lapangan, pertandingan tersebut juga menjadi alarm keras pentingnya evaluasi pengamanan dalam kompetisi sepak bola lokal Banyuwangi.(tim)

Komentar

Tampilkan

  • Andre Tri Waluyo Murka Usai Kericuhan Stadion Maron: Ketua PSSI Banyuwangi Diminta Bertanggung Jawab dan Mundur
  • 0

Terkini

Music