BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp800.000 per siswa, pihak manajemen SMK Negeri Kalibaru akhirnya memberikan tanggapan resmi sebagai bentuk hak jawab. Sekolah menegaskan tidak ada unsur pemotongan yang dilakukan oleh guru maupun pengelola internal sekolah.
Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan kepada awak media, Kamis (18/6/2026), Kepala SMKN Kalibaru menyatakan bahwa seluruh tahapan penyaluran dana PIP berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. “Alhamdulillah, setelah dilakukan pengecekan menyeluruh dan didampingi tim Inspektorat satu minggu terakhir, sekolah dinyatakan bersih. Tidak ada potongan sepeser pun yang ditarik oleh pihak sekolah,” tegasnya.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa dana sebesar Rp1.800.000 per siswa dicairkan secara utuh melalui rekening masing-masing penerima. Peran sekolah hanya sebatas mendampingi proses pengajuan, verifikasi data, hingga memastikan siswa dapat mengambil haknya.
Namun, sekolah mengakui mendengar adanya laporan dari siswa terkait selisih dana yang diterima. Menurut keterangan yang diterima pihak sekolah, selisih tersebut bukan dipungut oleh guru, melainkan disebutkan sebagai pungutan dari pihak eksternal yang mengatasnamakan “pemangku kepentingan” atau aspirasi dari lembaga legislatif yang terlibat dalam proses pengusulan nama penerima.
“Kami juga baru mengetahui hal ini dari keterangan siswa. Pihak yang disebut meminta sejumlah uang itu bukan bagian dari struktur organisasi sekolah. Kami pun telah meminta penjelasan lebih lanjut, namun hingga saat ini belum ada kejelasan resmi dari pihak yang bersangkutan,” ujar Kepala Sekolah.
Terkait beredarnya rekaman suara yang berisi instruksi agar siswa menyembunyikan adanya potongan, sekolah membantah hal itu berasal dari pimpinan maupun kebijakan resmi sekolah. “Sudah kami ketahui ternyata pesan suara yang beredar tersebut bukan berasal dari orang-orang lembaga kami, melainkan pihak luar yang tidak berkaitan dengan kami,” tambahnya.
Pihak sekolah menegaskan tetap berkomitmen menjaga hak siswa. “Kami siap membuka seluruh dokumen dan memfasilitasi penyelidikan lebih lanjut oleh aparat berwenang. Jika terbukti ada pihak luar yang memanfaatkan proses ini untuk mengambil keuntungan, kami mendukung sepenuhnya agar ditindak tegas demi keadilan bagi siswa,” tutupnya.
Sampai saat ini, pernyataan ini menjadi tanggapan resmi pertama dari sekolah. (Red)
