-->

Food

Iklan

Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga, Pemkab Jombang Luncurkan Perbup Skrining Aktif dan Gerakan “Jombang SAE” untuk Eliminasi TBC

Rabu, Juni 03, 2026, 3:42:00 PM WIB Last Updated 2026-06-03T08:42:30Z

Jombang,Kompasgrups.com-Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui langkah progresif di bidang penanggulangan penyakit menular. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan dengan peluncuran Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 25 Tahun 2026 tentang Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis (TBC), yang digelar di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Rabu (3/6/2026) pagi.


Peluncuran regulasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., sebagai bagian dari strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Jombang sekaligus mendukung target nasional Eliminasi TBC tahun 2030.Peraturan Bupati ini menjadi landasan hukum sekaligus payung kebijakan strategis dalam mempercepat penemuan kasus TBC, memastikan pasien mendapatkan pengobatan secara tepat hingga sembuh, serta memutus rantai penularan penyakit di tengah masyarakat.


Melalui kebijakan baru tersebut, Pemkab Jombang juga memperkuat gerakan bersama bertajuk “Jombang SAE” yang merupakan singkatan dari Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis. Gerakan ini menitikberatkan pada pendekatan proaktif melalui deteksi dini, edukasi kesehatan, serta pengobatan tuntas bagi penderita TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP., dalam laporannya menjelaskan bahwa sistem penanggulangan TBC di Jombang kini mengalami transformasi besar melalui Perbup tersebut.Menurutnya, selama ini penemuan kasus TBC masih cenderung pasif dengan menunggu pasien datang sendiri ke fasilitas kesehatan. Namun melalui regulasi baru ini, pola penanganan berubah menjadi lebih aktif dengan metode jemput bola.


“Penemuan kasus tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan secara mandiri, tetapi dilakukan melalui skrining aktif kepada kelompok berisiko tinggi dan investigasi kontak serumah,” jelas dr. Hexawan.Ia menambahkan, pendekatan skrining aktif sangat penting karena masih banyak kasus TBC yang belum terdeteksi di masyarakat sehingga berpotensi menjadi sumber penularan baru.


Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan kasus TBC yang belum ditemukan dapat berdampak besar terhadap produktivitas keluarga serta kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jombang.Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi itu meminta seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa bergerak bersama menjalankan peran masing-masing dalam mendukung gerakan eliminasi TBC.

“Saya berharap semua pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Begitu pula perangkat daerah lainnya agar berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Warsubi.Ia juga menegaskan bahwa upaya penanggulangan TBC tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang berobat, melainkan harus dilakukan secara aktif dengan mendatangi masyarakat secara langsung.


“Kita jangan hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Tetapi kita juga harus aktif menjemput bola mendatangi masyarakat, menemukan kasus lebih dini, memberikan edukasi yang tepat, serta memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Warsubi juga memberikan perhatian khusus kepada peran para camat hingga pemerintah desa sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat.Ia meminta para camat mengoordinasikan kepala desa, lurah, kader kesehatan, kader PKK, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk ikut membantu memberikan pemahaman kepada warga mengenai gejala TBC dan pentingnya pemeriksaan dini.


“Kepada rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, organisasi profesi, dan seluruh tenaga kesehatan, saya mengajak untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat skrining aktif, mempercepat diagnosis, serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas,” tambahnya.


Menurut Bupati, keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan kerja sama lintas sektor karena penyakit tersebut bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menyangkut edukasi, kesadaran masyarakat, hingga dukungan sosial terhadap pasien.Pemkab Jombang juga menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita Tuberkulosis. Banyak penderita TBC yang terlambat menjalani pemeriksaan karena takut dikucilkan atau merasa malu dengan penyakit yang dialami.


Bupati Warsubi mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan sosial kepada penderita TBC agar proses penyembuhan dapat berjalan optimal.“Mari kita hilangkan stigma terhadap penderita tuberkulosis. Mereka membutuhkan dukungan dan pendampingan, bukan pengucilan. Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan menjalani pengobatan secara teratur sampai selesai,” pungkasnya.


Gerakan “Jombang SAE” sendiri mengusung jargon utama “Temukan Cepat, Obati Tuntas, Jombang Bebas TBC”. Melalui slogan tersebut, Pemkab Jombang berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan.


Peluncuran Perbup Nomor 25 Tahun 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh elemen yang hadir, diawali langsung oleh Bupati Jombang sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam mengawal program eliminasi TBC.Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jombang, serta berbagai elemen lintas sektor lainnya.


Dukungan juga datang dari instansi vertikal, perbankan, organisasi profesi KOPI TB, Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera, hingga Baznas Kabupaten Jombang.Selain itu, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti PCNU, PD Muhammadiyah, Muslimat NU, dan Aisyiyah Kabupaten Jombang turut menyatakan komitmennya untuk mendukung keberhasilan gerakan “Jombang SAE” hingga tingkat akar rumput.


Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang optimistis target eliminasi TBC dapat tercapai, sehingga masyarakat Jombang dapat hidup lebih sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyakit Tuberkulosis.(Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga, Pemkab Jombang Luncurkan Perbup Skrining Aktif dan Gerakan “Jombang SAE” untuk Eliminasi TBC
  • 0

Terkini

Music