Jombang,Kompasgrups.com-Aksi orang tak dikenal (OTK) yang diduga meneror rumah seorang warga di Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, menjadi perhatian warga setempat. Teror yang terjadi hingga dua kali dalam bulan Juli 2026 itu membuat korban bersama kedua anaknya merasa tidak aman, sehingga aparat kepolisian bersama masyarakat meningkatkan patroli pada malam hari.
Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan keterangan korban bernama Wiwin, saat itu seorang pria tak dikenal datang ke rumahnya dan menggedor pintu pada dini hari. Pelaku disebut mengenakan jaket berpenutup kepala serta masker sehingga wajahnya tidak dapat dikenali.
Beruntung, pada malam tersebut keponakan Wiwin sedang menginap di rumah dan tidur di ruang tamu. Setelah mendengar suara mencurigakan, keponakan korban sempat melihat pelaku dari dalam rumah dan berhasil memotret sosok yang diduga melakukan teror. Menyadari aksinya diketahui penghuni rumah, pelaku langsung melarikan diri sebelum sempat diketahui identitasnya.
Laporan mengenai kejadian itu diterima Kepala Dusun Grudo, Sudiono, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menerima laporan, informasi tersebut diteruskan kepada pihak terkait sebagai langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar.
Menurut pengakuan Wiwin, kejadian serupa ternyata bukan yang pertama. Sekitar tiga minggu sebelumnya atau awal Juli 2026, rumahnya juga didatangi orang yang diduga pelaku yang sama. Saat itu pelaku menggedor pintu rumah sekitar pukul 00.00 WIB ketika suaminya sedang bekerja di luar kota. Karena hanya bersama kedua anaknya yang masih kecil, Wiwin memilih tetap berada di dalam kamar hingga situasi kembali aman.
Korban diketahui tinggal bersama dua anaknya yang masih berusia sekolah dasar dan balita. Sementara sang suami bekerja di luar kota dan hanya pulang sekitar satu minggu sekali dengan jadwal yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat korban merasa semakin khawatir setelah aksi teror kembali terulang.
Rasa takut yang dialami korban membuatnya meminta keponakannya untuk sementara tinggal di rumah guna menemani dirinya dan kedua anaknya selama suaminya masih bekerja di luar kota. Langkah itu dilakukan demi memberikan rasa aman setelah dua kali mengalami kejadian serupa.
Merespons laporan tersebut, warga Dusun Grudo berinisiatif mengaktifkan patroli lingkungan secara bergiliran pada malam hari. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus mengantisipasi apabila pelaku kembali beraksi.
Polsek Sumobito juga bergerak cepat dengan melaksanakan patroli di sekitar lokasi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Kehadiran personel kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku apabila kembali melakukan aksinya.
Hingga kini, identitas maupun motif pelaku masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan sistem keamanan lingkungan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan orang atau aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.(Zafin)


