BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Sebanyak 210 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) resmi diterjunkan ke Kabupaten Banyuwangi untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Tahun 2026. Kehadiran ratusan mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menjadi katalisator pembangunan desa sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.Selasa (14/7/2026)
Prosesi pelepasan mahasiswa berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (13/7/2026), dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda.
Sebanyak 210 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas akan menjalankan pengabdian selama 28 hari. Mereka didampingi 11 dosen pembimbing lapangan dan dibagi ke dalam 42 kelompok yang tersebar di 22 desa pada empat kecamatan, yakni Tegalsari, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran.
Keempat wilayah tersebut dipilih karena memiliki karakteristik dan potensi yang beragam, mulai dari sektor pendidikan keagamaan, pertanian, perkebunan, hingga pariwisata yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan
Dalam sambutannya, Yanuar Bramuda menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Airlangga yang selama ini terus menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam berbagai bidang pembangunan
"Kami bersyukur Universitas Airlangga terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Banyuwangi. Kehadiran mahasiswa melalui program KKN ini menjadi energi baru yang dapat membantu pemerintah dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa," ujarnya.
Menurut Bram, kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dan Unair bukanlah hal baru. Sebelumnya, kedua pihak telah berkolaborasi dalam pengembangan layanan kesehatan melalui Rumah Sakit Blambangan dan Rumah Sakit Genteng yang dijadikan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa bidang kesehatan
"Kami ingin Rumah Sakit Blambangan dan Rumah Sakit Genteng menjadi rumah sakit rujukan terbaik di wilayah Sekar Kijang. Sarana dan prasarana terus kami siapkan, namun kebutuhan tenaga profesional masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama," katanya.
Lebih lanjut, Bram mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga aktif menggali dan memetakan potensi daerah selama berada di tengah masyarakat
Ia mencontohkan Kecamatan Tegalsari yang dikenal sebagai kawasan dengan banyak pondok pesantren, Bangorejo yang memiliki potensi pertanian dan komoditas buah naga, serta Siliragung dan Pesanggaran yang kaya akan potensi pertanian maupun destinasi wisata
"Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sekaligus berkontribusi. Gali potensi yang ada, bangun kolaborasi dengan masyarakat, dan jadikan pengalaman di lapangan sebagai bekal berharga untuk masa depan," pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, menegaskan bahwa KKN-BBK merupakan wahana pembelajaran nyata yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai persoalan masyarakat secara langsung
Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat
"Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Ini adalah ruang belajar yang sesungguhnya, di mana mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami persoalan yang ada, kemudian berupaya menghadirkan solusi berdasarkan keilmuan yang dimiliki," ungkap Rahadian
Ia juga berpesan agar seluruh peserta KKN menjaga etika, menghormati budaya lokal, serta bijak dalam menggunakan media sosial selama menjalankan pengabdian
"Banyuwangi memiliki tingkat literasi digital yang cukup tinggi. Karena itu mahasiswa harus mampu menjadi teladan, menjaga sikap, serta memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab," tegasnya.
Melalui program KKN-BBK 2026 ini, Universitas Airlangga berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat desa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda yang siap mengabdi untuk bangsa
Narasi ini dibuat lebih mengalir, human interest, dan bergaya berita media regional/nasional dengan penekanan pada kolaborasi, potensi daerah, serta dampak pengabdian mahasiswa bagi masyarakat Banyuwangi.(Atmaja)
