Blitar,Kompasgrups.com-Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Teknologi Multimedia Interaktif (H5P) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di SMAN 1 Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kegiatan pelatihan tersebut diikuti sebanyak 42 peserta. Pelatihan dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan pendidik dalam memanfaatkan teknologi multimedia interaktif untuk menciptakan media pembelajaran IPA yang lebih menarik, interaktif, dan mendorong keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Tim dosen PGSD Unesa yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Farida Istianah, S.Pd., M.Pd., Dr. Julianto, M.Pd., Dr. Abdul Ghofur, M.Pd., dan Dr. Nafi Isbadrianingtyas, M.Pd. Kehadiran tim dosen tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan H5P (HTML5 Package) sebagai salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengembangkan konten pembelajaran interaktif. Melalui H5P, pendidik dapat membuat berbagai aktivitas pembelajaran digital seperti kuis, interactive video, drag and drop, crossword, fill in the blanks, serta bentuk aktivitas interaktif lainnya.
Pemanfaatan media interaktif tersebut diharapkan tidak hanya membuat pembelajaran IPA lebih menarik, tetapi juga memberikan ruang kepada siswa untuk terlibat secara aktif. Pembelajaran yang melibatkan aktivitas, eksplorasi, pemecahan masalah, dan pemberian respons secara langsung dinilai dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar.
Materi pelatihan juga memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pembuatan media pembelajaran menggunakan H5P. Peserta diarahkan untuk mengenal tahapan mulai dari mengakses platform, membuat akun, memilih jenis aktivitas, memasukkan materi maupun pertanyaan, mengatur tampilan dan interaksi, hingga menghasilkan media yang dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.
Melalui kegiatan praktik, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga berkesempatan mencoba membuat produk media pembelajaran interaktif. Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta memahami penggunaan H5P secara lebih konkret sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan pembelajaran IPA.
Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi pendidikan. Guru dituntut mampu memilih dan memanfaatkan teknologi secara tepat agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan di SMAN 1 Talun, Blitar, ini sekaligus menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman antara dosen PGSD Unesa dengan para peserta. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki tambahan kompetensi dalam merancang media pembelajaran IPA yang memanfaatkan teknologi digital dan dapat disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan siswa sekolah dasar.
Tim pelaksana berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Media H5P yang dibuat secara kreatif diharapkan mampu membantu guru menghadirkan pembelajaran IPA yang lebih variatif sekaligus memberikan stimulus kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan aktif dalam kegiatan belajar.
Pelaksanaan pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Teknologi Multimedia Interaktif (H5P) tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian dosen PGSD Universitas Negeri Surabaya kepada masyarakat pendidikan. Dengan melibatkan 42 peserta dan menghadirkan materi serta praktik pengembangan media digital, kegiatan di SMAN 1 Talun Blitar diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam penguatan kompetensi pendidik dan peningkatan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.(Zafin)


