Jombang,Kompasgrups.com—Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Negeri/Swasta se-Kabupaten Jombang menggelar pertemuan rutin sekaligus mini workshop bertajuk “Enhancing Student Participation in Learning English Using Multiple Apps”, Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai di SMK Dwija Bhakti 2 Jombang, dan diikuti para guru Bahasa Inggris anggota MGMP se-Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para guru untuk bersilaturahmi, bertukar pikiran, pengalaman, serta strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah. Pertemuan rutin MGMP juga menjadi wadah penguatan kompetensi guru agar mampu menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan peserta didik dan teknologi pendidikan.
Mini workshop menghadirkan Absyarina Risma Aulia, S.Pd., presenter iTELL Conference 2026, yang membawakan materi mengenai strategi meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital.
Dalam pemaparannya, Absyarina menekankan bahwa kehadiran siswa di dalam kelas belum tentu menunjukkan adanya partisipasi belajar yang sebenarnya. Siswa bisa hadir, mengerjakan tugas, atau menjawab ketika dipanggil, tetapi pembelajaran yang bermakna membutuhkan keterlibatan lebih jauh, seperti membaca, berpikir, merespons, menciptakan karya, berkolaborasi, dan berkomunikasi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran diarahkan melalui integrasi Project-Based Learning (PjBL), Deep Learning, RRCS Framework, dan Multiple Apps. Empat komponen tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendorong siswa menjadi peserta aktif, bukan sekadar penerima materi dari guru.
Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah RRCS Framework, yang terdiri atas tahapan Read, Reflect, Create, dan Showcase. Siswa diarahkan untuk membaca dan memahami informasi, melakukan refleksi, menciptakan karya atau respons, kemudian mempresentasikan maupun menunjukkan hasil belajarnya.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga tidak dilakukan sekadar untuk menggunakan aplikasi. Berbagai platform seperti Duolingo, Wayground, Canva, CapCut, dan Instagram dapat dipilih sesuai tujuan pembelajaran. Prinsip utamanya adalah aplikasi harus mendukung tujuan belajar dan bentuk partisipasi yang ingin dibangun pada siswa.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mengalami perubahan dari pola belajar pasif menuju aktif. Dari sekadar mendengarkan dan menjawab, siswa diarahkan menjadi pembelajar yang aktif bertanya, menciptakan, berkolaborasi, memecahkan masalah, berkomunikasi, serta menggunakan Bahasa Inggris dalam pengalaman belajar yang lebih nyata.
Kepala SMK Dwija Bhakti 2 Jombang, Musa Efendi, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat. Ia juga mengapresiasi kehadiran para guru serta semangat untuk saling bertukar pikiran melalui forum MGMP.
“Kita berkumpul dalam sehat wal afiat. Semangat dalam berkumpul, saling tukar pikiran. Terima kasih kehadiran semuanya. Kita mengajar harus bahagia, anak-anak pun juga harus bahagia. Sebelum anak-anak menyukai pelajaran, guru harus lebih dahulu disukai anak-anak,” ujar Musa Efendi.
Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Jombang, Ardi Subagiyo, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang hadir dalam pertemuan rutin tersebut. Ia menegaskan pentingnya MGMP sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi guru, sekaligus menyampaikan sejumlah agenda yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk keikutsertaan siswa dalam lomba Bahasa Inggris tingkat provinsi.
Ardi menyebutkan bahwa dalam kegiatan lomba Bahasa Inggris tingkat Provinsi Jawa Timur, jumlah peserta yang dikirim mencapai sekitar 60–80 peserta.Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam berbagai kompetisi dapat menjadi sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus memberikan pengalaman dan prestasi yang bermanfaat bagi perkembangan siswa.
Ia juga menegaskan bahwa sertifikat lomba Bahasa Inggris tingkat provinsi memiliki manfaat bagi siswa karena dapat menjadi bukti pengalaman dan prestasi yang dimiliki. Selain itu, capaian tersebut dinilai dapat menjadi nilai plus bagi sekolah. “Sertifikat lomba Bahasa Inggris di provinsi sangat berguna sekali bagi siswa dan dapat menambah nilai plus dari sekolah tersebut,” jelas Ardi.
Pertemuan rutin dan mini workshop MGMP Bahasa Inggris SMK se-Kabupaten Jombang tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pembelajaran di kelas. Pesan utama kegiatan adalah guru tidak sekadar mencari aplikasi yang akan digunakan, tetapi terlebih dahulu menentukan bentuk partisipasi yang ingin dibangun pada siswa. Setelah tujuan pembelajaran ditetapkan, teknologi dipilih sebagai alat pendukung agar proses belajar Bahasa Inggris menjadi lebih aktif, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan bermakna.(Zafin)



