BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, bersiap menggelar Tegalharjo Carnaval Budaya 2026 pada 19 September 2026.
Mengusung tema "Lestarikan Budaya, Majukan Desa", kegiatan ini diproyeksikan menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam poster kegiatan, acara akan diawali dengan jalan sehat dan pawai budaya yang mengambil titik start di Selep P. Tatang dan berakhir di Balai Desa Tegalharjo. Sabtu (29/8/2026).
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai hiburan rakyat, pentas budaya, serta stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan desa.
Antusiasme warga mulai terlihat sejak rencana pelaksanaan kegiatan tersebut diumumkan. Warga menilai carnaval budaya menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Sutrisno (48), warga Dusun Sidodadi, mengatakan kegiatan semacam ini sangat dinantikan masyarakat karena mampu menghadirkan hiburan yang edukatif sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, anak-anak muda juga bisa belajar mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri," ujarnya.
Senada dengan itu, Sulastri (42), warga Tegalharjo, menilai carnaval budaya akan menjadi daya tarik tersendiri yang mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai wilayah.
"Biasanya kalau ada pawai budaya, masyarakat sangat antusias. Bahkan keluarga dari luar daerah sering datang untuk menyaksikan. Ini menjadi kebanggaan bagi warga Tegalharjo," katanya.
Tidak hanya masyarakat, para pelaku UMKM juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka berharap keramaian pengunjung dapat berdampak positif terhadap peningkatan penjualan dan promosi produk lokal.
Rina Wahyuni, pelaku usaha makanan ringan, mengaku optimistis kegiatan tersebut akan membantu memperluas pasar produk UMKM.
"Acara seperti ini sangat membantu kami. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar peluang produk UMKM dikenal dan penjualan meningkat," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Bambang Supriyadi, pelaku usaha minuman tradisional. Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan UMKM memiliki dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat desa.
"Selain melestarikan budaya, acara ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun," tuturnya.
Dengan kolaborasi antara pelestarian budaya, hiburan rakyat, olahraga masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Tegalharjo Carnaval Budaya 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda unggulan desa yang mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Atmaja).
