-->

Food

Dari Kebun Sekolah hingga Green Madrasah, Dosen Unesa Kenalkan Agroscience Kids Education Lab di Palembang

Kamis, September 24, 2026, 8:28:00 PM WIB Last Updated 2026-09-24T13:28:08Z

 



PALEMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Tim dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan lawatan akademik ke Palembang, Sumatera Selatan, selama tiga hari, 16–18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun dan memperkuat kemitraan di bidang pendidikan sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran Agroscience Kids Education Lab yang mengintegrasikan pertanian, pangan, lingkungan, dan sains.


Rangkaian lawatan akademik tersebut menyasar sejumlah lembaga, yakni Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas PGRI Palembang, dan Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Palembang. Kegiatan kemudian ditutup dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SDN 13 Banyuasin III pada 18 September 2026, sehingga gagasan yang dibahas di lingkungan akademik dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran di sekolah.


Tim yang terlibat terdiri atas Dr. Nurul Istiq'faroh, M.Pd., Dr. Wasis Suprapto, M.Pd., dan Dr. Abdul Ghofur, M.Pd. dari Unesa serta Dr. Alfi Laila, M.Pd. dari Universitas Nusantara PGRI Kediri. Dalam kegiatan di Balai Diklat Keagamaan Palembang, kolaborasi juga melibatkan Dr. Miskiah, M.Pd. Keterlibatan lintas institusi tersebut membuka ruang kerja sama dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi pembelajaran.

Di Pascasarjana Universitas Sriwijaya, pembahasan diarahkan pada pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis lingkungan dan kearifan lokal untuk memperkuat kompetensi calon pendidik. Lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai latar pembelajaran, tetapi juga sebagai sumber pengalaman agar peserta didik dapat memahami konsep melalui fakta, pengamatan, dan pengalaman langsung. Gagasan tersebut berkaitan dengan educreativepreneurship, etnososial, ekologi, etnosains, sains, teknopreneurship, serta SDGs, khususnya SDGs 13–15.


Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pemanfaatan kebun sekolah sebagai laboratorium pembelajaran kontekstual. Melalui kebun sekolah, peserta didik dapat mengamati tumbuhan, tanah, air, pangan, dan berbagai fenomena lingkungan, kemudian melakukan penyelidikan sederhana serta menghubungkannya dengan konsep yang dipelajari di kelas. Dalam perspektif etnosains, kearifan lokal juga dapat digunakan untuk menggali konsep sains yang dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, pertemuan dengan Universitas PGRI Palembang membahas peluang kolaborasi akademik untuk memperkuat pendidikan dasar berbasis lingkungan dan kearifan lokal. Kerja sama tersebut diarahkan pada berbagai agenda, mulai dari penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum dan modul, mobilitas mahasiswa, publikasi dan kekayaan intelektual, hingga pengembangan jejaring living lab.


Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah Nusantara Eco-Citizen Living Lab, yakni laboratorium sosial-ekologis pendidikan dasar berbasis kearifan lokal Palembang–Surabaya. Konsep tersebut menghubungkan pemetaan potensi lokal, pengembangan modul dan media pembelajaran, pemanfaatan kebun sekolah atau ruang komunitas sebagai living lab, serta penelitian dan evaluasi. Hasilnya diharapkan dapat dikembangkan menjadi publikasi, media pembelajaran, policy brief, maupun model yang dapat direplikasi.


Dalam lawatan tersebut, tim juga memperkenalkan Agroscience Kids Education Lab sebagai pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan aktivitas pertanian, pangan, lingkungan, dan sains secara langsung. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami teori, tetapi juga diajak mengamati, menyelidiki, mencatat, berdiskusi, serta mengambil tindakan berdasarkan hasil belajar. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Implementasi Agroscience Kids Education Lab salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan kebun sekolah sebagai living laboratory. Kebun dapat menjadi ruang belajar untuk kegiatan menanam sayuran, mengembangkan tanaman obat keluarga, membuat kompos organik, hingga mengelola rumah kaca sederhana. Aktivitas tersebut dapat mengintegrasikan pembelajaran sains dengan literasi pangan, kreativitas, kolaborasi, kepedulian lingkungan, serta pembentukan karakter peserta didik.


Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian siswa. Peserta didik diberi kesempatan untuk belajar, melakukan kegiatan, menghasilkan sesuatu, dan bertanggung jawab terhadap proses yang mereka jalankan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas secara mandiri.


Gagasan tersebut kemudian diperkuat dalam kegiatan di Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Palembang melalui materi “Agroscience Kids Education Lab: Inovasi Green Madrasah untuk Literasi Pangan dan Kemandirian Peserta Didik.” Dalam konteks madrasah, pendekatan tersebut membuka ruang pembelajaran sains yang dipadukan dengan nilai keagamaan. Peserta didik tetap menjalankan proses ilmiah melalui kegiatan mengamati, bertanya, menyelidiki, menganalisis, dan menemukan solusi, sekaligus diarahkan untuk membangun rasa syukur, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.


Rangkaian lawatan kemudian ditutup melalui kegiatan PKM di SDN 13 Banyuasin III pada 18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang praktik untuk membawa gagasan pembelajaran berbasis lingkungan dan Agroscience Kids Education Lab lebih dekat dengan kebutuhan sekolah. Kehadiran tim menunjukkan bahwa kolaborasi akademik dapat dilanjutkan menjadi kegiatan nyata yang memberikan pengalaman pembelajaran kepada sekolah dan peserta didik.


Lawatan selama tiga hari tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai bentuk kolaborasi antara Unesa dan mitra, seperti kuliah bersama, virtual exchange, proyek lapangan mahasiswa, mobilitas dosen, co-teaching, dan microcredential.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para akademisi lintas institusi mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran yang mempertemukan perguruan tinggi, sekolah atau madrasah, dan masyarakat dengan memanfaatkan lingkungan, budaya, pertanian, pangan, serta sains sebagai bagian dari proses pendidikan. Dari Palembang, gagasan Agroscience Kids Education Lab diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring kolaborasi berkelanjutan yang mendukung pengetahuan, karakter, kemandirian, kepedulian lingkungan, dan kesadaran religius peserta didik.(Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Dari Kebun Sekolah hingga Green Madrasah, Dosen Unesa Kenalkan Agroscience Kids Education Lab di Palembang
  • 0

Terkini

Music