JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Seorang warga Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Marjuki (80), meninggal dunia setelah diduga tenggelam dan terbawa arus Sungai Waruturi, Rabu (30/9/2026). Korban diketahui merupakan seorang petani yang beralamat di Dusun Bekel RT 03/RW 01, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Polsek Perak menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya orang yang tenggelam di sungai sudetan Sungai Waruturi yang mengarah ke timur atau menuju Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Kejadian bermula ketika korban melihat seekor kambing milik Trimo, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, tercebur ke sungai. Korban kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan menolong kambing tersebut dari dalam aliran sungai.
Setelah berhasil menolong kambing, korban berusaha naik ke tanggul Sungai Waruturi. Namun, saat berada di tanggul, korban diduga sudah kehabisan tenaga. Korban kemudian terpeleset dan akhirnya terbawa arus sungai.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melakukan pencarian terhadap korban. Upaya pencarian dilakukan di sekitar aliran sungai hingga sekitar pukul 10.15 WIB, korban berhasil ditemukan.
Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak Polsek Perak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur kepolisian.
Pelapor dalam kejadian tersebut adalah Ikke Alvionita (27), perempuan, warga Dusun Bekel RT 04/RW 02, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Sementara saksi yang tercatat dalam laporan adalah Trimo, petani, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Perak mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mencatat identitas saksi-saksi, membuat laporan polisi gangguan serta melakukan langkah-langkah penanganan terhadap kejadian tersebut.
Dalam penanganan di lokasi, turut datang Kapolsek Perak IPTU Supriyo, S.H., Kanit Reskrim beserta anggota, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Kepuhkajang, serta petugas kesehatan dari Puskesmas Perak.
Petugas kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban. Dalam proses penanganan tersebut, pihak keluarga atau pihak terkait juga membuat surat pernyataan penolakan terhadap tindakan autopsi terhadap jenazah korban.
Dari keterangan dalam laporan kepolisian, korban diduga meninggal dunia karena tenggelam setelah terbawa arus sungai ketika berusaha menolong kambing. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari tindak lanjut penanganan kejadian di wilayah hukum Polsek Perak.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika hendak memberikan pertolongan kepada orang maupun hewan yang berada di dalam aliran sungai. Keselamatan diri perlu menjadi perhatian agar upaya menolong tidak menimbulkan korban lainnya.(Zafin)
