-->

Food

LSM Harimau Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Proyek Irigasi Rp216 Juta di Pendarungan

Sabtu, September 26, 2026, 7:47:00 PM WIB Last Updated 2026-09-26T12:47:48Z


BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau DPC Banyuwangi menyoroti proyek pembangunan irigasi pengairan di Dusun Gadog, Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Proyek yang dikerjakan oleh CV Shifa Gaharu dengan nilai kontrak Rp216.487.000 yang bersumber dari APBD Banyuwangi Tahun Anggaran 2026 itu diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis.


Sorotan tersebut muncul setelah tim LSM Harimau melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek. Dari hasil pengamatan lapangan, mereka mengaku menemukan sejumlah indikasi yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan bangunan irigasi.


Wakil Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan sesuai standar mutu, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.


"Dana yang digunakan berasal dari uang rakyat. Karena itu hasil pembangunannya juga harus benar-benar berkualitas dan sesuai spesifikasi. Jangan sampai masyarakat menerima bangunan yang kualitasnya di bawah standar," ujarnya, Sabtu (26/9/2026).


Menurutnya, terdapat beberapa dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek. Di antaranya penggunaan pasir yang diduga mengandung tanah liat dalam jumlah cukup tinggi, proses pencampuran material yang disebut tidak memanfaatkan mesin molen secara optimal, serta komposisi adukan semen yang dinilai tidak sesuai standar konstruksi.


LSM Harimau mengaku menemukan praktik pengadukan material dengan perbandingan sekitar empat gerobak material terhadap hanya setengah sak semen. Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mutu konstruksi yang dihasilkan, terutama karena proyek tersebut merupakan saluran irigasi yang akan terus menerus menerima tekanan aliran air.


"Jika benar komposisi campurannya seperti yang kami temukan di lapangan, tentu perlu dilakukan pemeriksaan teknis. Sebab kualitas bangunan sangat bergantung pada mutu material dan komposisi adukan yang digunakan," tegasnya.


Selain itu, keberadaan mesin molen di lokasi proyek juga menjadi perhatian. Menurut hasil pengamatan LSM Harimau, alat tersebut terlihat berada di area pekerjaan namun diduga tidak digunakan secara maksimal dalam proses pencampuran material. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi homogenitas adukan yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas konstruksi.


LSM Harimau menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih berupa dugaan yang memerlukan pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang. Namun demikian, mereka menilai indikasi-indikasi tersebut cukup kuat untuk menjadi dasar dilakukannya evaluasi dan pengawasan lebih lanjut.


Tidak hanya itu, pihak LSM juga mengaku kecewa terhadap respons yang diterima saat melakukan konfirmasi kepada salah satu mandor proyek melalui aplikasi WhatsApp. Menurut keterangan mereka, oknum mandor tersebut justru meminta nomor rekening dengan alasan akan mengirimkan sejumlah uang untuk "ngopi bersama teman-teman".


Pernyataan tersebut membuat pihak LSM geram karena dinilai tidak mencerminkan itikad baik dalam memberikan klarifikasi terhadap persoalan yang sedang dipertanyakan.


"Kami datang melakukan fungsi kontrol sosial dan meminta penjelasan terkait pekerjaan proyek. Bukan untuk menerima uang. Pernyataan seperti itu tentu menimbulkan pertanyaan dan persepsi negatif di tengah masyarakat," ungkapnya.


LSM Harimau meminta Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu pekerjaan, kualitas material, volume pekerjaan, serta kesesuaian pelaksanaan proyek dengan dokumen perencanaan dan kontrak kerja.


Menurut mereka, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran spesifikasi teknis maupun ketentuan pelaksanaan pekerjaan, maka kontraktor harus diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.


"Jangan sampai proyek yang dibiayai uang rakyat hanya terlihat baik saat pengerjaan, tetapi dalam waktu singkat mengalami kerusakan karena kualitas pekerjaan tidak sesuai standar. Pengawasan harus dilakukan secara serius agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Shifa Gaharu maupun mandor proyek yang disebut dalam konfirmasi tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan maupun pernyataan yang disampaikan LSM Harimau.(tim)

Komentar

Tampilkan

  • LSM Harimau Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Proyek Irigasi Rp216 Juta di Pendarungan
  • 0

Terkini

Music