BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM– Beredarnya informasi mengenai dugaan adanya pungutan terhadap sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar depan SMP Negeri 1 Kalibaru mulai menjadi perbincangan warga.sabtu (19/9/2026)
Informasi yang beredar menyebutkan adanya pungutan harian yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu dengan nominal yang disebut berubah, dari awalnya Rp5.000 menjadi Rp2.000 per hari. Namun hingga berita ini ditulis, informasi tersebut masih berupa pengakuan dan belum terkonfirmasi secara resmi kepada pihak-pihak terkait.
Seorang warga Kalibaru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku prihatin jika informasi tersebut benar terjadi. Menurutnya, para pelaku UMKM yang berjualan di lokasi tersebut hanya berupaya mencari nafkah dan selama ini dinilai tidak mengganggu ketertiban umum.
"Kalau memang benar ada pungutan seperti itu, tentu sangat disayangkan. Mereka hanya mencari rezeki. Selama ini lapak-lapak mereka terlihat rapi dan tidak mengganggu pengguna jalan," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah lapak UMKM tampak berdiri secara tertata di area sekitar bahu jalur rel kereta api. Aktivitas para pedagang juga terlihat berjalan sebagaimana biasanya dengan melayani pembeli yang sebagian besar merupakan pelajar maupun warga sekitar.
Warga berharap informasi yang berkembang di tengah masyarakat tersebut dapat ditindaklanjuti dengan klarifikasi dari pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum melakukan pengecekan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
"Kalau memang tidak benar, perlu dijelaskan kepada masyarakat. Tetapi jika ada praktik yang merugikan pedagang kecil, tentu harus ditindak sesuai aturan," tambah warga tersebut.
Lokasi SMP Negeri 1 Kalibaru diketahui berada tidak jauh dari Markas Polsek Kalibaru. Karena itu, sebagian warga berharap aparat dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Kalibaru maupun pihak SMP Negeri 1 Kalibaru masih belum berhasil dikonfirmasi untuk memperoleh keterangan dan klarifikasi terkait informasi yang beredar tersebut. Media ini akan terus berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.(Atmaja)
