JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Bencana alam angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (28/10/2026) sore. Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, kandang ternak ambruk, genteng bangunan berjatuhan, hingga pohon tumbang yang menutup akses jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Kudu sekitar pukul 15.00 WIB dan di Kecamatan Plandaan sekitar pukul 15.10 WIB. Sejumlah desa terdampak, di antaranya Desa Katemas di Kecamatan Kudu serta Desa Kampungbaru, Desa Plabuhan, dan Desa Plandaan di Kecamatan Plandaan.
Di Kecamatan Kudu, angin puting beliung menyebabkan sekitar 50 rumah warga di Desa Katemas mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap rumah yang menggunakan material galvalum, serta genting rumah yang berhamburan dan bergeser akibat kuatnya embusan angin.
Berdasarkan pendataan awal, sejumlah warga yang rumahnya mengalami kerusakan di antaranya Bastomi Achmadi, 44, warga RT 02/RW 02, dengan estimasi kerugian sekitar Rp8 juta. Kemudian Sudarmi, 55, di lingkungan yang sama, mengalami kerusakan atap rumah dengan perkiraan kerugian Rp3 juta.
Kerusakan serupa juga dialami Imam Safii, warga RT 02/RW 02, dengan estimasi kerugian sekitar Rp3 juta. Sementara itu, usaha bengkel servis sepeda motor milik M. Romadon di RT 01/RW 02 mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian Rp2 juta. Toko sembako milik Imron Aris juga terdampak dengan estimasi kerugian sekitar Rp4 juta.
Di wilayah Kecamatan Plandaan, dampak angin puting beliung terjadi di Desa Kampungbaru, Desa Plabuhan, dan Desa Plandaan. Selain merusak rumah warga, angin kencang mengakibatkan genting Balai Desa Plabuhan rontok serta sejumlah pohon tumbang hingga menutup akses jalan.
Di Desa Plandaan, pendataan sementara mencatat kerusakan pada sejumlah rumah dan bangunan pendukung aktivitas warga. Rumah milik Sorani di Dusun Plandaan RT 07/RW 02 mengalami kerusakan genting sekitar 30 persen, dengan perkiraan kerugian Rp1,5 juta.
Kerusakan juga dialami rumah milik Suharsono di RT 08/RW 02 dan Yuyud Farida di RT 01/RW 01. Masing-masing mengalami kerusakan genting sekitar 10 persen dan 30 persen, dengan estimasi kerugian masing-masing Rp1,5 juta.
Selain rumah, tiga kandang sapi milik Sulisyanto, Suminto, dan Paesan dilaporkan ambruk. Masing-masing berada di wilayah Dusun Plandaan, dengan perkiraan kerugian sekitar Rp5 juta per kandang. Sementara itu, kandang sapi milik Samil mengalami kerusakan pada bagian atap, dengan estimasi kerugian sekitar Rp2 juta.
Petugas juga menerima laporan mengenai kabel listrik yang putus akibat tertimpa material atap galvalum. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama apabila kabel masih dialiri listrik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Kudu AKP Imam Subekti, S.H., bersama jajaran melakukan pengecekan dan pendataan rumah warga terdampak di Desa Katemas. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa serta menghubungi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PLN untuk menangani dampak bencana, termasuk kabel listrik yang putus.
Langkah serupa dilakukan Kapolsek Plandaan AKP Solihin Budi Santosa, S.H., bersama anggota dengan mengecek sejumlah desa terdampak dan berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap karena pendataan kerusakan di beberapa lokasi masih berlangsung, termasuk di Desa Kampungbaru yang dilaporkan mengalami dampak cukup merata dengan perkiraan sementara sekitar 50 rumah terdampak.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan angin kencang. Warga juga diminta tidak mendekati ataupun menyentuh kabel listrik yang putus serta menghindari lokasi pohon tumbang sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Hingga laporan awal disampaikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat kejadian tersebut. Kerugian sementara berupa kerusakan rumah, kandang ternak, bangunan, serta fasilitas lainnya. Jumlah keseluruhan rumah dan bangunan terdampak di kedua kecamatan masih menunggu hasil pendataan lanjutan dari petugas di lapangan.(Zafin)


