Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dengan tema besar peringatan HAB ke-80, yakni “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag., serta jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Baznas, hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti PCNU, Muhammadiyah, dan LDII.
Kehadiran berbagai unsur lintas sektor dan lintas iman tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan yang telah mengakar di Kabupaten Jombang, yang selama ini dikenal sebagai kota santri sekaligus miniatur harmoni Indonesia.
Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Bupati Warsubi, disampaikan bahwa perjalanan 80 tahun Kementerian Agama merupakan bukti kemampuan institusi ini untuk terus beradaptasi dengan dinamika zaman. Memasuki tahun 2026, Kemenag menegaskan arah kebijakan baru melalui semangat “Kemenag Berdampak”, yakni menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya administratif, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kementerian Agama hadir untuk menjaga agar nalar agama tetap sejalan dengan nalar kebangsaan. Agama harus menjadi solusi bagi persoalan umat dan bangsa, bukan sekadar urusan dokumen dan birokrasi,” ujar Bupati Warsubi saat membacakan amanat Menteri Agama.
Transformasi digital menjadi salah satu sorotan utama dalam sambutan tersebut. Layanan keagamaan kini dituntut untuk semakin cepat, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Digitalisasi dianggap sebagai keniscayaan agar negara mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.
Menariknya, dalam peringatan HAB ke-80 ini, Menteri Agama juga menekankan pentingnya kedaulatan digital, khususnya dalam menghadapi perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI). Dengan meneladani kejayaan peradaban Islam melalui Baitul Hikmah di masa lalu, ASN Kementerian Agama didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga aktor utama dalam pengembangan ekosistem digital yang berlandaskan nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Seluruh jajaran Kemenag diimbau agar tidak menjadi penonton di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Sebaliknya, Kemenag diharapkan mampu mengisi ruang digital dengan narasi keagamaan yang moderat, sejuk, dan kredibel, sehingga algoritma masa depan tidak kehilangan “ruh” kemanusiaan dan nilai ketuhanan.
Puncak upacara ditandai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Jombang yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun. Momen tersebut berlangsung haru dan penuh apresiasi sebagai bentuk penghargaan negara atas loyalitas, integritas, dan dedikasi para abdi negara dalam melayani umat.
Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk, memohon keberkahan dan keselamatan bagi Kabupaten Jombang, agar senantiasa menjadi daerah yang rukun, damai, dan sejahtera di tengah keberagaman.
Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama di Jombang ini menegaskan komitmen bersama bahwa dengan semangat lincah (agile), adaptif, dan responsif, Kementerian Agama siap mengawal kehidupan beragama yang harmonis serta membawa Indonesia melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.(Zafin)


