Jombang,Kompasgrups.com-Warga di wilayah Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di bantaran Sungai Brantas, tepatnya di pusaran air Bendungan Dam Karet, Dusun Jatimlerek, Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Minggu (15/2/2026) pagi.
Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di sekitar pusaran air bendungan. Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui dan masih tercatat sebagai Mr. X.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB oleh seorang warga bernama Saiful Kartomo. Saat berada di bantaran Sungai Brantas, saksi melihat sesosok tubuh laki-laki terapung di area pusaran air Bendungan Dam Karet.
Merasa curiga, saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa setempat. Laporan itu selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian, yakni Polsek Plandaan.“Mendapat laporan dari warga, petugas langsung menuju ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujar Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, S.Sos.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati benar adanya mayat laki-laki yang mengapung di bantaran sungai. Selanjutnya, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Plandaan, Polres Jombang, Unit Inafis, petugas identifikasi, serta dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang.
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat posisi korban berada di area pusaran air yang cukup berbahaya. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke daratan untuk dilakukan pemeriksaan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari tim identifikasi Polres Jombang, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 43 tahun. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telanjang dan tidak mengenakan sehelai kain pun.
Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun demikian, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Namun untuk memastikan penyebab kematian, jenazah tetap kami bawa ke rumah sakit guna dilakukan visum,” jelas AKP Sartono.
Usai dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, jenazah Mr. X kemudian dievakuasi menuju RSUD Jombang untuk dilakukan visum et repertum.Proses visum dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, apakah murni karena tenggelam, faktor medis tertentu, atau kemungkinan lainnya.
Pihak kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa untuk segera melapor ke Polres Jombang atau Polsek Plandaan.Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan mayat tersebut. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan, termasuk warga yang pertama kali menemukan korban.
Selain itu, polisi juga melakukan penelusuran kemungkinan adanya laporan orang hilang di wilayah Jombang maupun daerah sekitar yang dapat mengarah pada identitas korban.“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” tambah Kapolsek Plandaan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai, terutama di area pusaran air yang rawan kecelakaan. Selain itu, warga juga diminta segera melapor jika menemukan kejadian mencurigakan atau peristiwa serupa.Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui, dan proses penyelidikan oleh kepolisian masih terus berlangsung.(Zafin)

