-->

Food

Iklan

Sopir Truk di Sumobito Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Akibat Penyakit Stroke

Rabu, Maret 04, 2026, 9:19:00 PM WIB Last Updated 2026-03-04T14:19:24Z

Jombang,Kompasgrups.com-Warga Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, digemparkan dengan peristiwa gantung diri yang dilakukan seorang pria lanjut usia, Rabu (4/3/2026) siang. Korban diketahui bernama Suwandi (60), seorang sopir truk, yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Trawasan, Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istrinya, Chabibah (62), sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar rumahnya.


Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan aparat kepolisian, kejadian bermula pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat hujan turun, Chabibah diminta oleh suaminya, Suwandi, untuk mengangkat jemuran di luar rumah.Setelah itu, korban mengajak istrinya untuk meminum racun bersama. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh Chabibah. Ia kemudian mengambil air wudhu dan mengajak suaminya untuk melaksanakan salat Zuhur bersama.

Keduanya sempat menunaikan salat berjamaah, kemudian Chabibah melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an. Usai mengaji, sekitar pukul 14.30 WIB, Chabibah keluar dari kamar dan mendapati suaminya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergantung.Mengetahui hal tersebut, Chabibah langsung meminta bantuan warga sekitar, yang kemudian meneruskan informasi kepada perangkat desa dan pihak kepolisian.


Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, diketahui bahwa Suwandi telah menderita penyakit stroke selama kurang lebih sembilan hingga sepuluh bulan terakhir.Penyakit tersebut menyebabkan kondisi fisik korban semakin melemah dan aktivitasnya terbatas.Pihak keluarga menyebutkan bahwa selama sakit, korban kerap terlihat murung dan mengalami tekanan psikologis akibat kondisi kesehatannya yang tidak kunjung membaik.


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, polisi menduga korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.Modus operandi yang dilakukan korban adalah dengan memanfaatkan tali yang diikatkan pada bagian tertentu di dalam kamar rumahnya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.Petugas juga tidak menemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.


Kepala Desa Trawasan, H. Toha Kusen, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak desa telah berkoordinasi dengan kepolisian dan membantu proses penanganan di lokasi kejadian.“Kami langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan membantu proses evakuasi jenazah. Kami juga turut berduka atas kejadian ini,” ujarnya.


Sementara itu, Kapolsek Sumobito,AKP Bagus Tejo Purnomo,S.H.,S.KM.,M.H, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan di TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi.“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri. Tidak ditemukan unsur pidana maupun kekerasan dari pihak lain,” jelasnya.


Pihak keluarga, melalui Chabibah selaku istri korban, telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.Dalam surat pernyataan tersebut, Chabibah menyampaikan bahwa jenazah Suwandi merupakan suaminya dan pihak keluarga tidak akan menuntut atau mengajukan gugatan kepada pihak mana pun atas peristiwa tersebut.


“Saya menganggap kematian ini sebagai musibah. Saya selaku keluarga akan mengurus dan memakamkan almarhum dengan layak,” demikian isi pernyataan tersebut.Surat pernyataan itu turut disaksikan oleh perangkat desa dan aparat kepolisian.


Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan kepolisian, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk segera memakamkan almarhum.Jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat pada hari yang sama.


Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan fisik dan mental anggota keluarga, khususnya yang sedang mengalami sakit menahun.“Kami mengimbau agar keluarga dan lingkungan sekitar lebih peka terhadap perubahan perilaku seseorang, terutama yang sedang mengalami tekanan karena sakit atau masalah pribadi,” tutup Kapolsek.


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian keluarga dan dukungan sosial bagi penderita penyakit kronis, agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi kondisi yang dialami.(Zafin)


Komentar

Tampilkan

  • Sopir Truk di Sumobito Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Akibat Penyakit Stroke
  • 0

Terkini

Music