Banyuwangi,Kompasgrups.Com – Memasuki H-7 Hari Raya Idul Fitri, antrean panjang kendaraan mulai terjadi di jalur menuju pelabuhan penyeberangan di Banyuwangi. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kepadatan terlihat di kawasan Pelabuhan Ketapang serta Pelabuhan Tanjung Wangi, Sabtu (14/3/2026)
Ratusan kendaraan tampak mengular hingga ke jalur utama. Antrean didominasi kendaraan logistik berupa truk besar yang melintas dari arah jalur nasional Situbondo menuju Banyuwangi. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur Situbondo–Banyuwangi terpantau padat merayap, terutama menjelang akses masuk kawasan pelabuhan.
Selain meningkatnya volume kendaraan, antrean juga diperparah oleh banyaknya pengemudi yang saling mendahului saat hendak memasuki area pelabuhan. Situasi ini memicu tersendatnya arus kendaraan dan membuat antrean semakin panjang di jalur menuju pelabuhan.
Lonjakan kendaraan logistik sendiri diduga dipicu meningkatnya distribusi barang menjelang Hari Raya Idul Fitri. Banyak pengemudi truk memilih menyeberang lebih awal guna menghindari potensi pembatasan operasional kendaraan berat yang biasanya diberlakukan saat arus mudik.
Selain kendaraan logistik, kendaraan pribadi dan bus antar kota juga mulai berdatangan menuju kawasan pelabuhan penyeberangan. Hal ini turut menambah kepadatan arus kendaraan di sekitar pelabuhan.
Salah satu pengemudi kendaraan pribadi, Andi (34), mengaku harus mengantre cukup lama sebelum bisa mendekati area pelabuhan.
“Antreannya sudah panjang sejak beberapa kilometer sebelum pelabuhan. Kadang kendaraan juga saling mendahului saat masuk jalur antrean, jadi semakin macet,” ujarnya kepada awak media.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang semakin panjang, puluhan personel dari Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi bersama anggota Kodim 0825 Banyuwangi terpantau terus melakukan penertiban serta pengaturan arus kendaraan di sekitar akses masuk pelabuhan.
Petugas berupaya menertibkan kendaraan yang mencoba saling mendahului sekaligus mengurai antrean agar arus kendaraan tetap berjalan. Meski demikian, kepadatan yang terjadi tidak hanya memperlambat waktu tempuh, tetapi juga berdampak pada aktivitas pengguna jalan lainnya.
Sejumlah pengendara mengeluhkan lamanya waktu perjalanan, meningkatnya konsumsi bahan bakar akibat kendaraan yang harus berjalan perlahan bahkan berhenti dalam waktu lama, serta potensi keterlambatan distribusi barang logistik menuju Bali. Jika kondisi ini terus berlanjut, antrean kendaraan dikhawatirkan semakin panjang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran di jalur penyeberangan Jawa–Bali. (Atmaja)

