BONDOWOSO, KOMPASGRUPS.COM – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius. Jalur alternatif penghubung Kecamatan Grujugan menuju Tamanan kini menyimpan bahaya tersembunyi berkat sejumlah titik jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara.
Pantauan di lapangan memperlihatkan berbagai ukuran lubang tersebar di sisi maupun tengah jalan. Salah satu titik kerusakan paling mencolok berada di sebelah timur gudang beras Samudera, masuk wilayah Desa Wonosuko. Warga Desa Taman, Adit, menyebut lubang-lubang tersebut layaknya jebakan mematikan. Apalagi saat hujan turun, lubang-lubang itu tergenang air sehingga sulit terlihat, ditambah minimnya penerangan lampu jalan di malam hari.
“Sangat rawan. Apalagi kalau malam hari dan tidak hafal medan, bahaya banget buat roda kendaraan, bahkan bisa bikin pengendara motor jatuh,” ujar Adit pada Selasa (17/3/2026).
Jalur ini kini menjadi jalur vital sebagai pengalihan arus lalin akibat penutupan Jembatan Sentong. Tak heran, lalu lintas di sini cukup padat, mulai dari sepeda motor, minibus, hingga truk muatan berat. Selain jalan berlubang, kondisi jembatan di sebelah barat gudang beras Samudera juga mengalami keretakan. Meski belum parah, namun tetap perlu diwaspadai oleh para pengendara.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri sebenarnya telah bergerak cepat untuk memperbaiki jalur alternatif ini. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, bahkan telah meninjau langsung progres perbaikan di ruas Tamanan–Karang Melok guna memastikan pekerjaan berjalan optimal sebelum puncak arus mudik. Namun, hingga berita ini diturunkan, perbaikan belum sepenuhnya merata di seluruh titik kerusakan.
Bagi para pemudik dan pengguna jalan lainnya, diimbau untuk lebih waspada dan memperlambat laju kendaraan saat melintasi jalur ini demi keselamatan bersama. (Su-Jo)

