-->

Food

Iklan

Kapolres Jombang Ajak Pelajar Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 dan Hindari Kenakalan Remaja

Selasa, Maret 03, 2026, 3:36:00 PM WIB Last Updated 2026-03-03T08:36:19Z

Jombang,Kompasgrups.com-Kepala Kepolisian Resor Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengajak para pelajar untuk mempersiapkan diri menyongsong visi Indonesia Emas 2045 serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan penguatan karakter yang diikuti sekitar 500 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Kabupaten Jombang.


Kegiatan tersebut digelar di Aula SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Kecamatan Peterongan, pada Selasa (3/3/2026), sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, berakhlak baik, dan berdaya saing tinggi.

Acara ini turut dihadiri Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum KH. Cholil Dahlan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Eko Redjo Sunaryanto, Pejabat Utama Polres Jombang, serta Kapolsek Peterongan AKP Budi Sholikin.

Dalam arahannya, AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa pelajar saat ini merupakan penentu keberhasilan Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mencanangkan visi tersebut dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi, serta peningkatan daya saing global.


“Apakah adik-adik siap? Yang menentukan keberhasilan Indonesia Emas adalah adik-adik semua yang hari ini berada di depan saya. Apabila memiliki disiplin yang baik, akhlak yang baik, dan prestasi, maka Indonesia Emas 2045 bisa terwujud karena kalianlah yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.Menurutnya, generasi muda harus membekali diri dengan sikap disiplin, semangat belajar tinggi, serta kemampuan mengelola potensi diri secara positif sejak dini.


Kapolres juga menyoroti karakteristik pelajar saat ini yang termasuk dalam generasi Z dan sangat akrab dengan teknologi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak agar tidak berdampak negatif.“Kalau tidak digunakan dengan baik, teknologi bisa menjerumuskan ke hal-hal negatif seperti judi online, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga seks bebas,” ujarnya.Ia mengajak para siswa untuk lebih selektif dalam menggunakan media sosial, memilih pergaulan, serta menjaga integritas diri di tengah derasnya arus informasi digital.



Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ardi Kurniawan juga mengutip sebuah pepatah, “Jika ingin mengubah dunia, mulailah dengan merapikan tempat tidur.”Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.


Ia mencontohkan, kebiasaan bangun tepat waktu, menjaga kerapian, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menghormati guru dan orang tua merupakan fondasi utama pembentukan karakter.“Kalau adik-adik bisa disiplin dalam hal kecil, maka akan mudah membangun disiplin dalam hal yang lebih besar,” jelasnya.


Terkait kondisi di wilayah Jombang, Kapolres mengungkapkan bahwa masih ditemukan sejumlah bentuk kenakalan remaja, seperti keberadaan geng motor, patroli motor tanpa tujuan jelas, hingga aksi balap liar di jalan raya.


Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut sangat berbahaya dan berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga, serta masyarakat.“Balap liar dan konvoi motor bukan prestasi. Itu justru bisa merusak masa depan kalian,” tegasnya.


Sebagai langkah solusi, pihak kepolisian telah memfasilitasi wadah drag race resmi dan berencana meresmikan kegiatan latihan bersama setelah Hari Raya Idulfitri. Program ini diharapkan mampu menyalurkan minat dan bakat otomotif remaja secara positif dan terarah.


Dalam sesi tanya jawab, salah seorang siswa menanyakan cara melaporkan aksi balap liar tanpa khawatir identitasnya diketahui. Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan program “WA Lapor Pak Kapolres” maupun layanan darurat 110.


“Semua masyarakat bisa melapor tanpa khawatir identitasnya dibocorkan. Kami menjamin respons cepat, maksimal 10 menit anggota sudah tiba di lokasi,” katanya.Ia berharap, peran aktif pelajar dan masyarakat dapat membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Jombang.


Sementara itu, KH. Cholil Dahlan dalam sambutannya menekankan bahwa pembentukan karakter sejatinya berawal dari diri sendiri. Menurutnya, dalam tradisi pesantren, karakter tidak hanya diukur dari tutur kata, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari.


“Karakter itu terbentuk karena diri sendiri. Di pesantren, yang utama bukan hanya apa yang diucapkan, tetapi bagaimana sikap dan perilaku sehari-hari. Pembentukan karakter adalah proses pembiasaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai karakter bersumber dari ajaran Al-Qur’an.Dengan mengutip salah satu ayat, ia menyampaikan bahwa konsistensi dalam kebaikan akan mendatangkan rahmat dan ridho Allah SWT.


Melalui kegiatan penguatan karakter ini, Polres Jombang bersama unsur pendidikan dan tokoh agama berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang berintegritas, berprestasi, serta menjauhi perilaku menyimpang.Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan, dan pesantren dalam membangun sumber daya manusia unggul demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.(Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Kapolres Jombang Ajak Pelajar Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 dan Hindari Kenakalan Remaja
  • 0

Terkini

Music