BANYUWANGI, Kompasgrups.Com– Upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui program “Kemping Embun” atau Kemping Adminduk untuk Masyarakat Kebun. Program jemput bola dari Dispendukcapil Banyuwangi itu kini menyasar kawasan pedesaan dan wilayah perkebunan agar masyarakat lebih mudah mengurus dokumen kependudukan.
Di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, program tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Tegalharjo, Andre Tri Waluyo. Pemerintah desa bahkan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal.
Menurut Andre Tri Waluyo, kehadiran layanan adminduk langsung di tengah masyarakat menjadi langkah nyata yang sangat membantu warga, khususnya masyarakat perkebunan yang selama ini terkendala jarak dan waktu saat mengurus dokumen administrasi.
“Ini bentuk pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Warga tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor pelayanan karena petugas hadir langsung di lingkungan masyarakat,” ujar Andre.
Ia menilai, dokumen administrasi kependudukan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi identitas resmi warga negara, kelengkapan adminduk juga menjadi syarat utama dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga berbagai program pemerintah lainnya.
Karena itu, Pemerintah Desa Tegalharjo terus mendorong masyarakat agar segera melengkapi dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran maupun Akta Kematian.
“Kami berharap warga memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Jangan sampai hak-hak masyarakat terhambat hanya karena dokumen administrasi belum lengkap,” tegasnya.
Dalam program “Kemping Embun”, masyarakat dapat mengurus sejumlah dokumen administrasi kependudukan secara langsung dan lebih mudah, di antaranya penerbitan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran serta Akta Kematian.
Pihak desa juga mengimbau masyarakat agar menyiapkan seluruh persyaratan administrasi sebelum jadwal pelayanan berlangsung. Langkah itu dinilai penting agar proses pelayanan berjalan tertib, cepat dan maksimal.
Program inovasi Dispendukcapil Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan masyarakat hingga wilayah pelosok desa dan kawasan perkebunan.
Program ini sangat membantu masyarakat, terutama warga kebun yang selama ini terkendala jarak dan waktu dalam mengurus dokumen kependudukan. Pelayanan yang hadir langsung ke tengah masyarakat seperti ini memang sangat dibutuhkan,” ujar Andre Tri Waluyo.
Namun demikian, Andre juga berharap perhatian pemerintah daerah tidak berhenti hanya pada pelayanan administrasi kependudukan semata. Menurutnya, masyarakat pedesaan dan kawasan perkebunan juga membutuhkan program-program nyata yang mampu mendorong peningkatan ekonomi warga.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait juga menghadirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mulai pelatihan usaha, penguatan UMKM, bantuan pertanian hingga pembukaan akses ekonomi bagi warga desa dan masyarakat kebun,” tegasnya.
Ia menilai, pelayanan administrasi yang baik harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga secara luas.(Atmaja)
