Banyuwangi, Kompasgrups.com – Polemik pertandingan babak 8 besar Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi antara PMJ FC melawan Persegam Gambiran terus memanas. Insiden keributan yang terjadi saat pertandingan berlangsung kini berbuntut pada protes resmi dari manajemen PMJ FC.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas munculnya surat keberatan dari pihak klub, empat perwakilan panitia pelaksana bersama jajaran PSSI Kabupaten Banyuwangi mendatangi markas manajemen PMJ FC di Krikilan untuk melakukan klarifikasi dan membahas berbagai persoalan yang muncul dalam pertandingan tersebut.
Dalam pertemuan itu, pihak panitia menyampaikan bahwa mereka menghormati langkah protes resmi yang diajukan manajemen PMJ FC dan memastikan seluruh persoalan akan dibahas sesuai mekanisme organisasi serta regulasi pertandingan yang berlaku.
“Kami memahami adanya keberatan dari pihak PMJ FC dan seluruh masukan tentu menjadi bahan evaluasi bersama. Saat ini panitia masih melakukan koordinasi internal dengan perangkat pertandingan maupun pihak terkait agar keputusan yang diambil benar-benar objektif dan tidak merugikan salah satu pihak,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Pihak panitia juga menegaskan bahwa mereka ingin menjaga situasi tetap kondusif dan meminta seluruh suporter maupun pihak klub untuk menahan diri sambil menunggu keputusan resmi dari penyelenggara.
“Pada prinsipnya kami ingin menjaga marwah sepak bola Banyuwangi tetap baik. Semua akan diputuskan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Kami berharap seluruh pihak tetap menjunjung sportivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, panitia disebut akan segera menyampaikan hasil pembahasan dan keputusan resmi kepada manajemen PMJ FC setelah proses koordinasi internal selesai dilakukan.
Namun di hadapan perwakilan panitia, manajemen PMJ FC mengaku hingga kini belum menerima informasi resmi terkait hasil akhir pertandingan. Di sisi lain, kabar mengenai kekalahan PMJ FC justru telah ramai beredar di media sosial dan memicu keresahan di kalangan suporter maupun manajemen klub.
Pihak PMJ FC juga menegaskan telah melayangkan surat protes resmi kepada panitia pelaksana. Dalam surat tersebut, manajemen menilai timnya mengalami banyak kerugian selama pertandingan berlangsung, termasuk sejumlah keputusan yang dianggap kontroversial dan dinilai memengaruhi jalannya pertandingan.
Tak hanya itu, terbitnya surat peringatan terhadap suporter juga dipertanyakan oleh pihak PMJ FC. Mereka menilai langkah tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat pecinta sepak bola Banyuwangi. Namun dalam pertemuan tersebut, pertanyaan itu disebut belum mendapatkan jawaban tegas dari pihak panitia.
Manajer PMJ FC, Nanang, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin memperkeruh suasana, namun meminta adanya kepastian dan keterbukaan dari panitia penyelenggara terkait hasil pertandingan maupun berbagai keputusan yang terjadi di lapangan.
“Kami datang dan menyampaikan protes secara resmi karena merasa ada hal-hal yang perlu diluruskan. Sampai hari ini kami belum menerima keputusan resmi, sementara informasi di media sosial sudah berkembang liar. Kami ingin semua diputuskan secara adil dan profesional demi menjaga marwah sepak bola Banyuwangi,” ujar Nanang.
Sementara itu, Big Bos PMJ FC, Andre Tri Waluyo, menegaskan bahwa pihaknya menginginkan persoalan ini segera diselesaikan secara profesional dan transparan. Ia juga memperingatkan bahwa apabila polemik tersebut tidak menemukan titik terang, maka manajemen PMJ FC siap menempuh jalur hukum.
“Kami hanya meminta kejelasan dan keadilan. Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa keputusan resmi dan transparan, kami memastikan akan mengambil langkah hukum,” tegas Andre Tri Waluyo.(Tim)

