Jombang,Kompasgrups.com-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang bersama seluruh cabang olahraga (cabor) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) ke-2 pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat KONI Kabupaten Jombang, GOR Merdeka Jombang, dengan agenda utama menyamakan persepsi terkait keputusan akhir pembagian anggaran serta program kerja sebelum dibawa ke Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Rakor ini menjadi lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang bertujuan “meng-clearkan” berbagai kebijakan, sekaligus memperkuat sinergi antara KONI dan seluruh cabor dalam menghadapi agenda besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X tahun 2027 di Kota Surabaya.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa seluruh cabor wajib menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) sebagai ajang seleksi atlet menuju Porprov 2027. Selain itu, lima cabor unggulan juga diwajibkan menyelenggarakan kejuaraan tingkat Jawa Timur atau nasional sebagai bagian dari peningkatan prestasi.Adapun lima cabor unggulan tersebut meliputi:Akuatik,Karate,Kempo,Kick Boxing dan Bola Voli.Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperkuat daya saing Jombang di tingkat provinsi.
Photo : Wakil Ketua Umum KONI Jombang (Agus Budi Hartono)Wakil Ketua Umum KONI Jombang, Agus Budi Hartono, yang memimpin jalannya rapat, menegaskan bahwa seluruh materi telah dibahas secara menyeluruh dan mendapat persetujuan mayoritas peserta.“Semua keputusan dalam rakor ini merupakan hasil pembahasan bersama. Ini menjadi bukti bahwa transparansi anggaran tahun 2026 benar-benar terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Rapat berlangsung cukup dinamis. Meski awalnya berjalan landai, suasana sempat menghangat saat membahas pembagian tambahan anggaran untuk cabor unggulan.
Ketua PBSI Jombang, Daru Swandono, mengusulkan agar tidak ada perlakuan istimewa bagi cabor tertentu. Ia menginginkan tambahan anggaran diberikan secara merata sebesar Rp10 juta untuk masing-masing cabor unggulan.Usulan tersebut akhirnya disepakati melalui mekanisme voting oleh mayoritas cabor yang hadir, meskipun terdapat satu cabor, yakni ISSI, yang menyatakan penolakan.
Dalam forum tersebut, muncul pula aspirasi terkait pentingnya sinergi antara KONI dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Salah satu perwakilan cabor, Anang dari Akuatik, menilai keterbukaan KONI patut diapresiasi, terutama dalam menghilangkan prasangka negatif yang sempat berkembang.
Ia menyoroti adanya potensi miskomunikasi antara KONI dan Disporapar yang berdampak pada kebingungan di tingkat cabor. Menurutnya, hal tersebut bisa diatasi jika kedua lembaga memahami batas tugas dan fungsi masing-masing.
“Perlu adanya penempatan perwakilan Disporapar di KONI sebagai jembatan komunikasi, agar tidak terjadi miss communication dan bisa bersama-sama membangun prestasi olahraga Jombang,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum KONI Jombang, Sumarsono, menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan komunikasi terbuka dengan seluruh cabor.“KONI selalu mengutamakan komunikasi agar tidak terjadi sumbatan informasi, sehingga semua pihak bisa saling memahami,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KONI Jombang juga memperkenalkan cabang olahraga baru, yakni Floor Ball, yang resmi bergabung sebagai anggota. Kehadiran cabor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi prestasi di masa mendatang.
Dengan selesainya Rakor ke-2 ini, seluruh pembahasan awal terkait anggaran dan program kerja dinyatakan tuntas.Selanjutnya, hasil rakor akan dibawa ke forum Rapat Anggota Tahunan (RAT) bersama Pemerintah Kabupaten Jombang dalam waktu dekat.
Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas antara KONI dan cabor, sekaligus memastikan langkah strategis menuju peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Jombang berjalan lebih terarah dan transparan.(Zafin)


