-->

Food

Iklan

Wisuda TK Kian Marak, Orang Tua Pertanyakan Esensi dan Dugaan Beban Biaya

Sabtu, Mei 30, 2026, 1:49:00 PM WIB Last Updated 2026-05-30T06:49:45Z

BANYUWANGI,Kompasgrups.Com– Fenomena wisuda di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) kembali menjadi sorotan masyarakat. Kegiatan yang identik dengan penggunaan toga, selempang, hingga seremoni layaknya wisuda perguruan tinggi tersebut dinilai sebagian kalangan telah bergeser dari esensi pendidikan anak usia dini. sabtu (30/5/2026) 


Dalam beberapa tahun terakhir, pelaksanaan wisuda TK semakin marak digelar oleh sejumlah lembaga pendidikan. Tidak hanya menjadi acara pelepasan siswa, kegiatan tersebut kerap disertai berbagai kebutuhan pendukung yang berujung pada penambahan biaya yang harus ditanggung oleh wali murid.


Padahal, secara historis wisuda merupakan tradisi akademik yang identik dengan perguruan tinggi sebagai bentuk pengukuhan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan diploma, sarjana, magister maupun doktoral. Sementara pada jenjang TK, fokus pendidikan lebih diarahkan pada proses tumbuh kembang anak, pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan memasuki pendidikan dasar.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua terkait urgensi pelaksanaan wisuda di tingkat TK, terlebih apabila kegiatan tersebut menimbulkan beban biaya tambahan.


Salah satu orang tua siswa, Herman Atmaja, menilai bahwa acara pelepasan atau perpisahan anak didik merupakan hal yang wajar sebagai bentuk apresiasi atas perkembangan dan capaian anak selama menempuh pendidikan. Namun, menurutnya, kegiatan tersebut seharusnya dikemas secara sederhana dan tidak memberatkan wali murid.


"Anak-anak TK belum memahami makna akademik dari sebuah wisuda sebagaimana yang diterapkan di perguruan tinggi. Yang terpenting adalah bagaimana mereka mendapatkan pendidikan yang baik, tumbuh dengan karakter yang kuat, dan siap melanjutkan ke jenjang sekolah dasar," ujarnya.


Herman juga menyoroti adanya keluhan sebagian orang tua terkait berbagai biaya yang muncul menjelang kegiatan wisuda maupun pelepasan siswa. Menurutnya, sekolah harus mengedepankan prinsip transparansi dan menghindari segala bentuk pungutan yang berpotensi memberatkan masyarakat.


"Jangan sampai kebahagiaan anak-anak saat menyelesaikan pendidikan di TK justru menjadi beban bagi orang tua. Acara pelepasan boleh dilakukan, tetapi harus mengedepankan kesederhanaan dan kebersamaan tanpa ada unsur paksaan," tegas Herman Yang Juga Humas Info Warga Banyuwangi (IWB) 



Selain persoalan biaya, sejumlah orang tua juga mempertanyakan adanya praktik penagihan administrasi menjelang kegiatan kelulusan. Bahkan, tidak sedikit yang menilai momen wisuda kerap dijadikan sarana untuk memastikan seluruh kewajiban administrasi peserta didik telah diselesaikan.


Terkait hal tersebut, aturan pendidikan telah mengatur bahwa penggalangan dana oleh komite sekolah harus bersifat sukarela. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, komite sekolah dilarang melakukan pungutan yang bersifat wajib, mengikat, maupun menentukan besaran nominal yang harus dibayarkan oleh peserta didik atau wali murid


Apabila terdapat pihak yang memanfaatkan kewenangan untuk meminta sejumlah uang tanpa dasar hukum yang jelas dan disertai unsur pemaksaan, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pungutan liar dan berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku


Masyarakat berharap kegiatan pelepasan siswa di tingkat TK dapat kembali pada tujuan utamanya, yakni memberikan apresiasi kepada anak didik atas proses belajar yang telah dilalui. Dengan demikian, momen kelulusan dapat menjadi kenangan yang membahagiakan tanpa harus dibayangi persoalan biaya maupun polemik pungutan yang meresahkan orang tua.(Tim)

Komentar

Tampilkan

  • Wisuda TK Kian Marak, Orang Tua Pertanyakan Esensi dan Dugaan Beban Biaya
  • 0

Terkini

Music