Kutai Kartanegara, Kompasgrups.com – Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui program bertajuk “Bakti Pada Guru” yang digelar pada 9–10 Juni 2026 di BPU Kecamatan Muara Badak, Desa Batu-Batu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut merupakan program penguatan pendidikan karakter bagi para guru dengan mengusung konsep Guru “IDEAL”, yakni Inspiratif, Dedikatif, Empatik, Berakhlak Mulia dan Luhur Budi. Program ini diikuti para tenaga pendidik dari berbagai sekolah guna memperkuat kapasitas mental, karakter, serta kualitas pembelajaran di lingkungan pendidikan.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh pendidikan. Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Andi Magdalena Siadari, S.H., M.H., yang menegaskan bahwa program “Bakti Pada Guru” merupakan bentuk kepedulian CPFI terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan karakter para pendidik.“Guru memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa. Karena itu kami ingin mendukung para guru agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepemimpinan,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh dr. Hastaning Sakti, M.Kes., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang selaku trainer dan penyusun modul kegiatan. Ia menekankan pentingnya kesehatan mental guru serta penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan dunia pendidikan modern saat ini.Menurutnya, guru yang memiliki kesehatan mental baik akan lebih mudah membangun hubungan positif dengan siswa dan menciptakan suasana belajar yang sehat serta inspiratif.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara yang diwakili oleh Iwan Hermawan, S.Pt., M.Si., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Ia menyebut sinergi antara dunia pendidikan, akademisi dan sektor swasta sangat penting dalam membangun kualitas generasi muda di daerah.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sambutan Bupati Kutai Kartanegara disampaikan oleh dr. Tulus Sutopo selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara.Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Charoen Pokphand Foundation Indonesia dan Fakultas Psikologi UNDIP yang telah menghadirkan pelatihan penguatan karakter bagi guru di wilayah Muara Badak.Ia berharap para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta membangun karakter siswa yang unggul dan berintegritas.
Program “Bakti Pada Guru” menghadirkan tim trainer dan penyusun modul dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta memperoleh berbagai materi terkait penguatan karakter guru, komunikasi efektif, kesehatan mental, pembentukan budaya sekolah positif, hingga pengembangan kreativitas dan kepemimpinan dalam dunia pendidikan.
Tampak sejumlah pihak mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang, serta berbagai unit perusahaan di bawah naungan Charoen Pokphand Group seperti PT Charoen Pokphand Jaya Farm, PT. MSJ, Primafood, BISI, SHS International, Ima, Agrico International, PT Poly Packaging Industry dan Nugen.
Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi pembukaan, pre-test, pengenalan konsep Guru IDEAL, serta materi mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam membangun generasi unggul dan berintegritas. Para guru juga mendapat pembekalan tentang penguatan motivasi, pengendalian emosi, komunikasi empatik, serta strategi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan positif di sekolah.
Selain materi kelas, para peserta turut mengikuti sesi diskusi kelompok, simulasi pembelajaran berbasis karakter, permainan edukatif, hingga praktik penyusunan implementasi pendidikan karakter yang dapat diterapkan langsung di sekolah masing-masing.
Konsep Guru IDEAL menjadi fokus utama dalam pelatihan tersebut. Para guru didorong tidak hanya menjadi pengajar akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan moral, motivator dan pembimbing karakter bagi peserta didik. Nilai inspiratif, dedikatif, empatik dan berakhlak mulia dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat di tengah tantangan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu membawa semangat baru dalam proses belajar mengajar, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif, serta membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter, berintegritas dan memiliki kepedulian sosial tinggi.(Zafin)

