Jombang,Kompasgrups.com-Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Jalan Kapten Tendean Nomor 08, RT 021/RW 003, Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui bernama Gatot Syamsul Bahariawan (59), warga Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian dan ditangani oleh jajaran Polsek Jombang bersama tim gabungan dari Polres Jombang.
Kejadian ini bermula ketika pemilik rumah kos datang ke kamar yang ditempati korban dengan maksud menagih pembayaran uang sewa. Namun, setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar, tidak ada respons dari dalam sehingga menimbulkan rasa curiga. Pemilik kos kemudian melihat adanya tali yang terikat pada ventilasi udara dan memutuskan meminta bantuan perangkat desa.
Perangkat desa selanjutnya menghubungi pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi bersama unsur terkait melakukan upaya pembukaan paksa kamar melalui jendela. Setelah berhasil masuk, petugas mendapati korban telah meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dalam kamar.
Berdasarkan laporan Polsek Jombang, korban diketahui bernama Gatot Syamsul Bahariawan, warga Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Sementara laporan pertama diterima dari seorang pelapor bernama Nur Chofifah, warga Desa Tunggorono, Jombang.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya pemilik rumah kos serta seorang warga lainnya yang mengetahui kondisi di sekitar lokasi kejadian. Keterangan para saksi menjadi bagian dari proses untuk memastikan kronologi dan penyebab meninggalnya korban.
Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, serta meminta Visum et Repertum (pemeriksaan luar jenazah) guna mendukung penyelidikan. Barang bukti yang diamankan antara lain seutas tali tampar kecil berwarna kuning yang diduga digunakan korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga maupun saksi, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan keluarga. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan serangkaian penyelidikan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Penanganan kejadian tersebut melibatkan Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono, S.Sos, personel SPKT Polsek Jombang, Unit Reskrim Polsek Jombang, SPKT Polres Jombang, Tim Inafis Polres Jombang, serta BPBD Kabupaten Jombang. Seluruh rangkaian penanganan dilakukan sesuai standar operasional dalam penanganan penemuan jenazah.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, kerabat, maupun tetangga yang tampak mengalami tekanan mental atau perubahan perilaku. Dukungan dari lingkungan sekitar diharapkan dapat membantu seseorang yang sedang menghadapi masalah berat agar memperoleh bantuan yang dibutuhkan.(Zafin)

