BANYIWANGI,KOMPASGRUPS.COM - Kemeriahan Temurejo Carnaval kembali menjadi magnet bagi masyarakat Banyuwangi. Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati sepanjang jalur parade di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, untuk menyaksikan suguhan seni budaya yang ditampilkan oleh puluhan peserta carnaval. Pada Rabu (17/6/2026)
Perhelatan budaya yang digelar Pemerintah Desa Temurejo tersebut diikuti oleh 21 kelompok peserta dari berbagai dusun. Beragam kostum kreatif, atraksi seni tradisional, hingga tarian khas Banyuwangi ditampilkan dengan penuh semangat, menghadirkan perpaduan antara pelestarian budaya dan kreativitas generasi muda.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara dimulai. Tidak hanya warga Temurejo, ribuan pengunjung dari berbagai kecamatan di Banyuwangi turut hadir untuk menyaksikan kemeriahan carnaval yang telah menjadi salah satu agenda budaya yang dinanti masyarakat setiap tahunnya.
Di balik suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut, terdapat sosok Kepala Desa Temurejo, Fuad atau yang akrab disapa Gus Fuad. Di mata masyarakat, ia dikenal sebagai pemimpin yang komunikatif, mudah bergaul dengan seluruh lapisan warga, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun desa melalui pendekatan yang mengedepankan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Bagi Gus Fuad, pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kemajuan sebuah desa harus dibangun di atas fondasi budaya, karakter masyarakat, dan semangat gotong royong yang kuat.
"Desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki jalan bagus atau bangunan yang megah. Desa yang maju adalah desa yang mampu menjaga identitas, budaya, dan nilai-nilai kebersamaannya. Karena itu kami berkomitmen agar pembangunan fisik berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan pelestarian budaya masyarakat," ujar Fuad.
Menurutnya, Temurejo Carnaval merupakan salah satu bentuk nyata upaya menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
"Kami ingin masyarakat Temurejo menjadi pelaku utama dalam menjaga budaya, bukan sekadar penonton. Carnaval ini menjadi panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, memperkuat rasa memiliki terhadap desa, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya yang kita warisi dari para leluhur," katanya.
Ia menilai bahwa budaya memiliki kekuatan besar dalam mempererat persatuan masyarakat. Dalam setiap kegiatan budaya, seluruh elemen masyarakat dapat terlibat tanpa memandang usia, latar belakang sosial, maupun profesi.
"Ketika masyarakat berkumpul dalam satu kegiatan budaya, semua perbedaan melebur menjadi satu kekuatan. Di situlah lahir rasa persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Modal sosial seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang maju dan berkelanjutan," tegasnya.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Temurejo Carnaval juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung untuk menjajakan berbagai produk kuliner, kerajinan, dan usaha mikro lainnya. Kehadiran ribuan pengunjung menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha lokal yang turut merasakan peningkatan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimka Bangorejo, personel Polsek Bangorejo, Koramil 0825/10 Bangorejo, serta Linmas Desa Temurejo yang bersama-sama melakukan pengamanan sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Di akhir keterangannya, Gus Fuad berharap Temurejo Carnaval dapat terus berkembang menjadi agenda budaya yang tidak hanya membanggakan masyarakat desa, tetapi juga mampu menjadi bagian dari kekuatan pariwisata dan budaya Banyuwangi.
"Kami ingin Temurejo dikenal bukan hanya karena pembangunan desanya, tetapi juga karena masyarakatnya yang guyub, budayanya yang hidup, dan semangat gotong royong yang terus terjaga. Jika budaya tetap kita rawat dan masyarakat terus kita libatkan dalam pembangunan, saya yakin Temurejo akan menjadi desa yang maju, mandiri, dan tetap berpegang teguh pada jati dirinya," pungkasnya.
Temurejo Carnaval tahun ini tidak sekadar menjadi tontonan yang menghibur, melainkan juga menghadirkan pesan bahwa kemajuan desa dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Temurejo menunjukkan bahwa menjaga tradisi bukanlah langkah mundur, melainkan cara untuk memastikan identitas dan nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.(Atmaja)
