-->

Food

Saat Crosser Adu Nyali Sambil Angkut Gabah, Banyuwangi Punya Balapan yang Tak Ada Duanya

Minggu, Juni 28, 2026, 11:15:00 AM WIB Last Updated 2026-06-28T04:15:10Z

BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM– Debu beterbangan dari lintasan tanah di Sirkuit Lebak Djinontro Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Deru mesin motor meraung-raung memecah suasana akhir pekan. Namun ada satu pemandangan yang membuat ribuan pasang mata terpaku: para pembalap motocross melaju kencang sambil membawa karung gabah di atas motornya.


Bukan adegan dalam film ataupun atraksi hiburan biasa. Itulah yang tersaji dalam Championship Motocross Manol Gabah Kapolresta Cup II 2026, ajang balap unik yang digelar Polresta Banyuwangi dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.


Di lintasan yang dipenuhi tikungan tajam, tanjakan, turunan, hingga lompatan ekstrem, para peserta tidak hanya dituntut menjadi yang tercepat. Mereka juga harus memastikan karung gabah yang dibawa tetap berada di atas motor hingga menyentuh garis finis.


Sesekali karung gabah terlihat bergeser akibat hentakan motor saat melibas rintangan. Di momen-momen itulah ketegangan penonton memuncak. Sorak-sorai terdengar setiap kali pembalap berhasil menjaga keseimbangan dan melanjutkan balapan tanpa kehilangan muatan.


Konsep "Manol Gabah" lahir dari realitas kehidupan masyarakat Banyuwangi yang lekat dengan dunia pertanian. Aktivitas mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor yang lazim ditemui di pedesaan disulap menjadi perlombaan penuh adrenalin yang sarat nilai budaya lokal.


Mewakili Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan, Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Basori Alwi mengatakan kejuaraan tersebut sengaja dirancang sebagai bentuk pendekatan kreatif Polri kepada masyarakat.


"Kami ingin menghadirkan peringatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya bersifat seremonial. Manol Gabah merupakan simbol kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap kehidupan para petani yang menjadi bagian penting pembangunan daerah," ujarnya.


Menurut Basori, olahraga otomotif dapat menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus ruang pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di dunia balap.


Tidak hanya menarik perhatian penonton, konsep balapan tersebut juga mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satunya Andi Saputra, crosser asal Banyuwangi yang mengaku merasakan sensasi berbeda dibandingkan mengikuti motocross pada umumnya.


"Kalau balapan biasa fokusnya hanya kecepatan dan teknik. Di sini kami harus membagi konsentrasi antara mengendalikan motor dan menjaga karung gabah agar tidak jatuh. Sekilas terlihat mudah, tapi saat masuk lintasan ternyata sangat menguras tenaga dan fokus," ungkapnya usai menyelesaikan perlombaan.


Menurut Andi, keunikan Manol Gabah justru menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan tantangan yang tidak ditemukan dalam kejuaraan motocross lain.


"Ini bukan hanya soal balapan. Ada unsur budaya dan kehidupan petani yang diangkat. Saya bangga bisa ikut serta karena event seperti ini menunjukkan bahwa tradisi masyarakat bisa dikemas menjadi olahraga yang menarik dan kompetitif," tambahnya.


Sepanjang perlombaan berlangsung, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Banyak penonton mengabadikan momen ketika para pembalap berjibaku mempertahankan karung gabah di tengah kerasnya lintasan. Tidak sedikit yang menyebut balapan tersebut sebagai salah satu tontonan paling unik yang pernah digelar di Banyuwangi.


Lebih dari sekadar adu kecepatan, Championship Motocross Manol Gabah Kapolresta Cup II menjadi bukti bahwa olahraga dapat berpadu harmonis dengan budaya lokal. Di tengah arus modernisasi, nilai-nilai kehidupan masyarakat tani justru tampil sebagai identitas yang membanggakan dan mampu menarik perhatian publik.


Melalui ajang ini, Polresta Banyuwangi tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mengirim pesan bahwa kearifan lokal dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan daerah ketika dikemas secara kreatif dan inovatif.(Atmaja)

Komentar

Tampilkan

  • Saat Crosser Adu Nyali Sambil Angkut Gabah, Banyuwangi Punya Balapan yang Tak Ada Duanya
  • 0

Terkini

Music