Di berbagai sudut Kota Genteng, deretan kafe, kedai kopi, hingga warung kopi dengan beragam konsep terus bermunculan. Persaingan usaha yang semakin ketat justru mendorong para pelaku UMKM untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi pelanggan.
Salah satu usaha yang saat ini menjadi perhatian masyarakat adalah warkop 24 jam milik dua bersaudara, Joins dan Yosi, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng. Berlokasi strategis di depan Hotel Ramaya, warkop tersebut perlahan berkembang menjadi salah satu tempat favorit bagi kalangan muda, pekerja malam, hingga masyarakat yang sekadar ingin bersantai dan menikmati suasana kota.
Mengusung konsep sederhana namun nyaman, warkop tersebut selalu ramai dikunjungi pelanggan baik pada siang maupun malam hari. Kehadiran usaha tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian berwirausaha, dan kemampuan membaca peluang pasar mampu menghadirkan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.
Selain menyediakan tempat berkumpul yang nyaman, usaha tersebut juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi sedikitnya lima orang warga yang dilibatkan sebagai mitra kerja. Mereka secara bergantian menjalankan operasional usaha mulai dari pelayanan pelanggan, kasir hingga pengelolaan stand
Sejumlah warga mengaku mengapresiasi keberanian dua pemuda tersebut dalam membangun usaha di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif
Menurut salah seorang warga sekitar, keberadaan warkop yang beroperasi selama 24 jam memberikan dampak positif bagi lingkungan setempat. Selain membuat kawasan menjadi lebih hidup, aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari dinilai turut meningkatkan rasa aman
"Dulu saat malam hari suasana di sekitar sini cenderung sepi. Sekarang dengan adanya warkop yang buka 24 jam, kawasan menjadi lebih ramai dan terang. Banyak masyarakat yang datang untuk ngopi atau sekadar berkumpul. Secara tidak langsung ini membuat lingkungan lebih terpantau dan mengurangi potensi tindakan kriminal karena selalu ada aktivitas warga," ujarnya
Warga tersebut juga menilai bahwa keberadaan usaha milik Joins dan Yosi turut memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar
"Bukan hanya pemilik usaha yang merasakan manfaatnya. Ada karyawan yang bekerja, pemasok kebutuhan usaha yang ikut mendapatkan penghasilan, hingga pedagang kecil di sekitar lokasi yang ikut merasakan dampak dari ramainya pengunjung. Ini contoh UMKM yang benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan," tambahnya.
Sementara itu, Nonik, salah satu pelanggan setia, mengaku merasa nyaman berkunjung ke warkop tersebut karena suasananya yang santai dan pelayanan yang dinilainya berbeda dibandingkan tempat lain.
"Yang membuat saya sering datang ke sini bukan hanya karena menu dan tempatnya, tetapi juga karena suasana kekeluargaannya. Pemilik maupun karyawan selalu menyapa pelanggan dengan ramah. Mereka bisa bercanda dengan pengunjung tanpa mengurangi profesionalitas pelayanan. Hal-hal seperti itu yang membuat pelanggan merasa dihargai," kata Nonik
Menurutnya, keberadaan warkop tersebut telah menjadi ruang interaksi sosial bagi berbagai kalangan
"Di sini kita bisa melihat mahasiswa, pekerja, komunitas, bahkan keluarga datang bersama. Semua bisa berbaur tanpa sekat. Tempat seperti ini sangat dibutuhkan karena bukan hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga ruang untuk membangun silaturahmi dan komunikasi antarwarga," ungkapnya.
Di tengah pertumbuhan usaha kuliner yang semakin pesat di Genteng, keberhasilan Joins dan Yosi menjadi contoh bahwa semangat kewirausahaan generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, suasana yang nyaman, serta komitmen membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, usaha sederhana tersebut kini tidak hanya dikenal sebagai tempat ngopi, tetapi juga sebagai salah satu simbol berkembangnya UMKM kreatif di Kecamatan Genteng.(Atmaja)
