BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Kopi Robusta Glen Faloch semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu produk unggulan perkebunan di Banyuwangi. Memiliki cita rasa khas, aroma yang kuat, serta proses pengolahan yang terjaga, kopi hasil olahan Perkebunan Glen Faloch kini mulai mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, mulai dari penikmat kopi, akademisi, pemerintah desa, hingga anggota DPRD Banyuwangi.
Apresiasi tersebut terlihat saat anggota DPRD Banyuwangi, Patemo, bersama Kepala Desa Tegalharjo, Andre Tri Waluyo, melakukan kunjungan kerja ke Kebun Glen Faloch. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyaksikan secara langsung proses pengolahan kopi, mulai dari tahap pemilihan buah kopi merah matang sempurna (full red), penanganan pascapanen, pengeringan, sortasi biji, hingga penyajian kopi siap nikmati. Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut didampingi secara langsung oleh Pengelola Kebun Glen Faloch, Margo Waluyo, beserta jajaran karyawan, serta mahasiswa magang dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang sedang menjalani praktik lapangan di kawasan perkebunan tersebut.
Saat ini, Kopi Robusta Glen Faloch hadir dengan dua varian unggulan, yakni Full Red Natural dan Honey Process. Kedua varian ini diproduksi dari buah kopi pilihan yang dipanen pada tingkat kematangan optimal, sehingga menghasilkan kualitas biji yang prima serta karakter rasa yang khas.
Varian Full Red Natural dikenal memiliki aroma yang kuat dengan karakter rasa yang kompleks dan kesan rasa akhir yang lebih panjang. Sementara itu, varian Honey Process menawarkan keseimbangan rasa manis alami dengan kekentalan rasa (body) yang lebih tebal, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi para penikmat kopi.
Selain menjadi produk unggulan perkebunan, kualitas Kopi Glen Faloch juga dijadikan sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang sedang menjalani program magang. Salah satunya adalah Zihan, mahasiswi Poliwangi yang mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama terlibat langsung dalam proses produksi.
"Melalui program magang ini, saya bisa belajar secara langsung bagaimana proses kopi berkualitas dihasilkan, mulai dari pemilihan buah yang matang sempurna, penanganan pascapanen, hingga pengolahan yang menentukan cita rasa. Pengalaman ini sangat berharga karena tidak hanya kami pelajari secara teori di kampus, tetapi juga kami praktikkan langsung di lapangan," ujar Zihan.
Menurutnya, Kopi Robusta Glen Faloch memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kopi robusta pada umumnya.
"Kopi dari Kebun Glen Faloch memiliki aroma yang lebih khas dan cita rasa yang kuat. Dari hasil pengamatan selama magang, saya melihat setiap tahapan produksi benar-benar diperhatikan untuk menjaga kualitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kopi lokal Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk kopi dari daerah lain," tambahnya.
Sementara itu, anggota DPRD Banyuwangi, Patemo, mengapresiasi langkah pengelola perkebunan dalam mengembangkan produk kopi berkualitas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Kami melihat langsung bagaimana proses pengolahan kopi dilakukan dengan baik dan penuh ketelitian. Produk seperti ini perlu mendapat dukungan bersama karena mampu meningkatkan nilai jual hasil perkebunan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saya optimistis Kopi Glen Faloch di Glenmore memiliki prospek yang sangat baik untuk berkembang dan dikenal lebih luas," ungkap Patemo.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Tegalharjo, Andre Tri Waluyo. Menurutnya, keberadaan Kopi Glen Faloch merupakan salah satu potensi yang patut dibanggakan karena mampu mengangkat nama daerah melalui sektor perkebunan.
"Kami sangat mendukung pengembangan Kopi Glen Faloch karena kualitasnya sangat baik dan memiliki potensi besar menjadi produk unggulan daerah. Selain memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan, kopi ini juga dapat memperkenalkan potensi Tegalharjo dan Banyuwangi kepada masyarakat luas. Harapannya, sinergi antara pengelola kebun, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat terus terjalin demi kemajuan bersama," kata Andre.
Di sisi lain, Pengelola Kebun Glen Faloch, Margo Waluyo, menegaskan bahwa kualitas kopi yang dihasilkan tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim perkebunan, mulai dari petani hingga tenaga pengolahan.
"Kualitas kopi yang baik lahir dari proses yang panjang. Mulai dari perawatan tanaman, pemilihan buah merah yang matang sempurna, proses pengeringan, sortasi, hingga penanganan pascapanen dilakukan dengan penuh ketelitian. Kami ingin setiap cangkir Kopi Glen Faloch mampu menghadirkan cita rasa terbaik yang menjadi ciri khas perkebunan ini," jelas Margo.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa magang juga menjadi bagian dari upaya transfer ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan.
"Kami membuka ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia perkebunan dan industri kopi. Harapan kami, ke depannya akan lahir lebih banyak inovasi yang mampu meningkatkan daya saing kopi lokal. Dukungan dari DPRD Banyuwangi, pemerintah desa, akademisi, dan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas serta mengembangkan Kopi Glen Faloch agar semakin dikenal luas," tambahnya.
Dengan kualitas biji kopi yang terjaga, proses produksi yang profesional, serta dukungan dari berbagai pihak, Kopi Robusta Glen Faloch kian optimis menjadi salah satu ikon kopi Banyuwangi. Tidak hanya menghadirkan cita rasa khas yang memanjakan penikmat kopi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menjadi bukti nyata bahwa produk perkebunan lokal mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
(Atmaja)
