-->

Food

Mobil Dinas Direktur PDAM Delta Tirta Ringsek Akibat Laka Tunggal, Pengakuan Plt Soal Rehabilitasi BNN Picu Tanda Tanya

Sabtu, Juli 11, 2026, 10:21:00 AM WIB Last Updated 2026-07-11T03:21:50Z

 

(Foto ilustrasi)

SIDOARJO, KOMPASGRUPS.COM : Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil dinas Toyota Fortuner warna hitam nopol W 1836 QH, milik Direktur Utama PDAM Delta Tirta Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Pasalnya, muncul dugaan bahwa pengemudi kendaraan tersebut tengah berada di bawah pengaruh obat saat insiden terjadi. Sabtu (11/06/2026).


Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Tulangan pada (22/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Mobil dinas tersebut dikemudikan oleh An, seorang karyawan PDAM Delta Tirta, dengan seorang Office Boy sebagai penumpang.


Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, sesaat setelah kecelakaan, beredar informasi bahwa pengemudi diduga dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar. Dugaan itu memunculkan isu bahwa sopir berada di bawah pengaruh obat ketika mengemudikan kendaraan dinas.


Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Delta Tirta, Laili Agustin, membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan dinas tersebut.


 "Memang benar pada tanggal 22 Juni kendaraan dinas PDAM Delta Tirta mengalami kecelakaan tunggal. Tidak ada korban jiwa. Manajemen akan memberikan sanksi kepada pengemudi, sedangkan kendaraan saat ini masih berada di bengkel untuk diperbaiki," ujar Laili.


Namun, penjelasan Laili justru memunculkan pertanyaan baru. Ketika membantah dugaan bahwa pengemudi menggunakan obat terlarang, ia menyampaikan bahwa Andri sempat menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN).


"Kalau soal memakai obat terlarang saya kira tidak. Usai kecelakaan Andre sempat direhabilitasi oleh BNN," ucapnya.


Pernyataan tersebut sontak memunculkan tanda tanya. Sebab, rehabilitasi di BNN lazimnya dilakukan berdasarkan mekanisme tertentu dan bukan tanpa alasan yang jelas.


Saat wartawan kembali meminta penjelasan mengenai maksud pernyataan tersebut, Laili justru enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan berusaha mengakhiri pembahasan.


"Mosok hasil pertemuan iki arep mbok tayangno rek," ujarnya.


Di kesempatan yang sama, Laili juga mengaku posisinya sebagai Plt Direktur bukanlah jabatan yang ringan.


"Saya ini aslinya, jabatan sebagai Plt ini berat, ketiban sampur," katanya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak BNN mengenai apakah benar pengemudi menjalani rehabilitasi, apa dasar rehabilitasi tersebut, maupun apakah pernah dilakukan pemeriksaan narkotika terhadap yang bersangkutan pascakecelakaan.


Kasus ini memunculkan pertanyaan publik mengenai standar pengawasan terhadap pengemudi kendaraan dinas di lingkungan PDAM Delta Tirta Sidoarjo.(Wan)

Komentar

Tampilkan

  • Mobil Dinas Direktur PDAM Delta Tirta Ringsek Akibat Laka Tunggal, Pengakuan Plt Soal Rehabilitasi BNN Picu Tanda Tanya
  • 0

Terkini

Music