-->

Food

Dari Sampah Menjadi Cerita: Dosen UNEJ Bangkitkan Semangat Lansia Puger Kulon Tetap Aktif dan Berdaya

Kamis, Agustus 27, 2026, 10:37:00 AM WIB Last Updated 2026-08-27T03:37:23Z

(Foto istimewa: suasana foto bersama Lintas Fakultas Universitas Jember bersama masyarakat)

JEMBER, KOMPASGRUPS.COM — Di tengah gelombang pertambahan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, muncul harapan baru dari Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Melalui program pengabdian masyarakat lintas fakultas Universitas Jember, para lansia di Dusun Gedangan kini kembali memiliki ruang untuk berkarya, berbagi, dan tetap bermanfaat — bukan dengan hal yang rumit, melainkan dari sampah di lingkungan pesisir yang diubah menjadi sarana bercerita.

Indonesia kini memasuki era penduduk tua. Data BPS menyebutkan sekitar 12 persen atau setara 29 juta jiwa saat ini adalah lansia, dan angka itu diproyeksikan mencapai 20 persen pada tahun 2045. Di balik angka tersebut tersimpan tantangan nyata: bagaimana memastikan mereka tetap sehat, mandiri, dan tidak kehilangan semangat serta fungsi kognitifnya seiring bertambahnya usia. Sebagian besar memang masih mampu berdiri sendiri, namun risiko penurunan daya pikir dan keterasingan sosial tetap mengintai jika tidak mendapat stimulasi yang memadai.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi lahirnya sebuah program berjudul "Model Pemberdayaan Posyandu Lansia melalui Kegiatan Bercerita pada Anak-anak Nelayan dengan Media Sampah". Program ini digagas dan dijalankan oleh tim peneliti dari Universitas Jember yang tergabung dalam Kelompok Riset Coastal Society Research Group and Community Services (CoSRe), dengan melibatkan empat fakultas sekaligus: Fakultas Ilmu Budaya (FIB), FKIP, Faperta, dan FKG.

Keunikan program ini terletak pada pendekatannya yang sederhana namun menyentuh akar persoalan: mengajak para lansia membaca, menghafal, lalu menceritakan kembali kisah-kisah kepada anak-anak nelayan — menggunakan media yang ada di sekitar mereka, termasuk sampah dan benda dari lingkungan pesisir. Salah satu cerita yang dibawakan berjudul "Mari Membersihkan Pantai", yang sekaligus menanamkan kepedulian terhadap alam.

Kegiatan ini seakan menjadi obat bagi kerinduan warga. Posyandu Lansia di wilayah itu sempat berhenti beraktivitas cukup lama. Kaur Kesejahteraan Masyarakat Desa Puger Kulon, Sugiyanto, menyambut kembalinya kegiatan dengan antusiasme luar biasa.

"Posyandu Lansia ini sudah lama tidak beraktivitas. Para lansia sangat menanti adanya kegiatan kembali," ujarnya.

Srina, Ketua Pengurus Posyandu Lansia Lemuru 2, pun merasakan hal yang sama. Ia menyebut para lansia kerap bertanya kapan kegiatan dimulai lagi — dulu mereka rutin senam dan cek kesehatan, dan keinginan itu belum pernah padam.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Dina Dyah Kusumayanti, M.A., menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang bukan sekadar hiburan. Aktivitas bercerita melatih kemampuan fisik, kognitif, hingga sosial sekaligus.

"Harapannya lansia akan secara aktif menggunakan fungsi motorik halus dan kasar mereka, sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah kesehatan fisik, kognitif, dan sosial dengan bercerita menggunakan media yang bisa ditemui di lingkungan pesisir," ungkapnya.

Dari sampah yang sempat dianggap tak bernilai, lahirlah cerita. Dari mulut para lansia, mengalir pesan kepada anak-anak. Di balik itu semua, tersimpan makna yang jauh lebih dalam: bertambahnya usia bukan berarti berhenti beraktivitas, berbagi, dan berkontribusi. Lansia tetap menjadi tiang penyangga pengalaman dan kearifan yang layak didengar dan dihargai.

Program ini bukan hanya tentang pemberdayaan — ia adalah bukti bahwa di manapun, pada usia berapapun, setiap orang masih punya cerita untuk dibagikan dan tempat untuk tumbuh. Dan di Puger Kulon, cerita itu kini kembali mengalir, hidup dari generasi ke generasi.

Sumber berita dari Mahasiswa Universitas Jember UNEJ

Komentar

Tampilkan

  • Dari Sampah Menjadi Cerita: Dosen UNEJ Bangkitkan Semangat Lansia Puger Kulon Tetap Aktif dan Berdaya
  • 0

Terkini

Music