-->

Food

Jelajah Makam Petilasan Leluhur Selogiri-Watu Dodol: Menguak Jejak Sejarah dan Silsilah Asli Raja Blambangan yang Terlupakan

Rabu, Agustus 05, 2026, 12:08:00 AM WIB Last Updated 2026-08-04T17:08:31Z

 

(Foto istimewa, gabungan gambar Jurnalis Kompasgrups.com di lokasi makan Syekh Maulana Ishak Syekh Maulana Ahmad/temenggung Aning Pati, Syekh Maulana Hening dan di Batu Lingga)

BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Sepintas terabaikan, namun menyimpan jejak sejarah berharga yang mengakar kuat di tanah Banyuwangi. Tim Info Warga Banyuwangi (IWB) melakukan napak tilas ke lokasi bersejarah di kawasan Selogiri hingga Watu Dodol, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (4/8/2026).

 

Perjalanan ini mengungkap fakta baru mengenai keberadaan makam leluhur serta kelanjutan silsilah keturunan asli Kerajaan Blambangan yang selama ini tersembunyi.

 

Dalam kunjungan tersebut, tim IWB menemukan kompleks makam di Selogiri yang selama ini jarang tersentuh catatan sejarah luas. 


Di sana berdiri makam Syekh Maulana Ahmad atau yang juga dikenal dengan nama Tumenggung Aning Patih, letaknya persis bersebelahan dengan Makam Syekh Maulana Hening. 


Yang semakin menarik perhatian, di area makam tersebut masih ditemukan peninggalan berupa batu Lingga yang diyakini secara turun-temurun sebagai milik leluhurnya Tumenggung Aning Patih, menjadi bukti nyata jejak keberadaan tokoh tersebut di kawasan itu.

 

Menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk mengamati dan mendokumentasikan kondisi lokasi serta peninggalan yang ada, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Watu Dodol. 


Di lokasi ini, tim mengunjungi makam Syekh Maulana Ishaq, tokoh besar yang menjadi jembatan penyebaran agama sekaligus keluarga kerajaan Blambangan.


Pengamatan di lapangan mencatat, makam Syekh Maulana Ishaq berjejer rapi dengan makam Haji Muhammad Muji yang terletak di area bukit atas Watu Dodol, yang menurut silsilah merupakan garis keturunan lurus atau cicit beliau.

 

Kedatangan tim ini pun meluruskan kembali silsilah warisan yang diakui secara turun-temurun oleh keturunan Raja Blambangan hingga saat ini. 


Berdasarkan catatan yang diwariskan dari generasi ke generasi, alur silsilahnya adalah: Prabu Menak Sembuyu (Raja Blambangan) -> Dewi Sekardadu –> bersama Syekh Maulana Ishaq kemudian melahirkan -> Raden Paku atau yang juga dikenal sebagai Raden Joko Samudro/Sunan Giri, -> kemudian Syekh Maulana Ahmad/Tumenggung Aning Patih –> Syekh Maulana Hening –> Syekh Maulana Yasin –> Abdullah –> Ali Akbar –> Rahmad Agung –> kemudian ke Haji Muhammad Muji -> Haji Muin Giri -> Haji Muhammad -> Haji Ahmad Safi’i -> Haji Mahmud Emran -> Haji Imbaran Aji -> Haji Empran -> Safi’i, hingga akhirnya sampai ke tokoh saat ini -> Amir Ma’ruf Khan.

 

Kondisi sejumlah makam leluhur dan peninggalan bersejarah seperti batu Lingga yang masih tersimpan aslinya namun terkesan terabaikan mengingatkan kembali bahwa sejarah tanah air, khususnya sejarah asli tanah Blambangan, masih banyak yang menanti untuk diangkat dan dijaga. Jejak di Selogiri dan Watu Dodol menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Kerajaan Blambangan, penyebaran agama, dan keturunan yang ada kini adalah satu rangkaian sejarah yang utuh dan tidak bisa dipisahkan. (Fir)

Komentar

Tampilkan

  • Jelajah Makam Petilasan Leluhur Selogiri-Watu Dodol: Menguak Jejak Sejarah dan Silsilah Asli Raja Blambangan yang Terlupakan
  • 0

Terkini

Music