(Foto Istimewa. Gabungan sesi diskusi dengan para santri Al-islah Bondowoso. Sumber foto Gramedia Jember)
BONDOWOSO, KOMPASGRUPS.COM – Semangat literasi dan dakwah kreatif memenuhi Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso pada Ahad, 2 Agustus 2026. Acara bertajuk Bincang Buku: Berdakwah Melalui Tulisan yang mengupas karya terbaru Ahmad Rifai Rif’an berjudul Manusia Paripurna berlangsung meriah dan disambut antusiasme luar biasa oleh ratusan santri. Minggu (2/8/2026)
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi kuat antara Ngaji Literasi Gramedia, Gramedia Jember, dan Organisasi Santri Pondok Pesantren Al-Ishlah (Silah) Putra, menghadirkan ruang diskusi yang inspiratif bagi seluruh warga pesantren dalam dua sesi terpisah.
Dua Sesi, Dua Perspektif yang Sama-Sama Dinamis
Sesi pertama yang dikhususkan bagi santri putra dimulai pukul 08.00 WIB, dipandu luwes oleh M. Alfino Emeraldy Hutama. Ia sukses menghidupkan suasana dengan pertanyaan strategis yang menggali makna mendalam buku serta motivasi di balik proses penulisan. Interaksi hangat antara narasumber dan santri berjalan lancar selama dua jam penuh tanpa terasa membosankan.
Memasuki sesi kedua pukul 12.30 WIB, giliran santri putri yang menyambut acara dengan antusiasme tinggi. Dipandu oleh Lutfiah Indah Fardiyatin, sesi ini menyajikan pendekatan yang lebih empatik dan mendalam, menyesuaikan bahasan dengan peran strategis santri putri sebagai calon pendidik dan penerus nilai-nilai kebaikan. Ruang tanya jawab pun berlangsung sangat aktif, menunjukkan dahaganya ilmu dan keinginan kuat mereka untuk berkontribusi lewat tulisan.
Pesan Kunci: Dakwah Tak Harus Selalu di Mimbar
Sebagai narasumber, penulis Ahmad Rifai Rif’an menyampaikan pesan menyentuh yang menjadi inti dari seluruh rangkaian acara.
"Dakwah bukan hanya berdiri di atas mimbar, tapi bisa diwujudkan lewat setiap goresan tinta. Buku Manusia Paripurna ini saya tulis untuk mengingatkan: potensi terbaik manusia bisa diasah dan disebarkan luas melalui karya tulis. Jangan pernah remehkan satu kalimat yang ditulis dengan niat tulus, karena itu bisa menjadi amal jariyah yang tak terputus dan menginspirasi ribuan orang. Menulislah untuk memberi manfaat," tegasnya di hadapan para santri.
Harapan Baru dari Lingkungan Pesantren
Kehadiran acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Perwakilan santri putri mengaku merasa sangat terharu dan termotivasi, menyadari bahwa santri putri pun memiliki peran besar dalam gerakan dakwah literasi. Sementara santri putra mengapresiasi tips praktis yang dibagikan, yang membuat mereka menyadari bahwa menulis tidak sesulit bayangan semula.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatanganan buku langsung oleh penulis. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya penulis-penulis muda potensial dari kalangan santri, serta semakin mengokohkan pondok pesantren sebagai pusat literasi yang dinamis dan melahirkan karya-karya bermakna bagi masyarakat.
(Penulis: Lutfiah Indah Fardiyatin)
