BANYUWANGI, KOMPASGROUPS.COM – Lautan manusia memadati sepanjang rute Pawai Budaya yang digelar Pemerintah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi salah satu perayaan kemerdekaan terbesar di wilayah setempat.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai dusun bahkan dari desa sekitar telah memadati titik-titik strategis untuk menyaksikan penampilan peserta Pawai Budaya. Jalan-jalan desa berubah menjadi lautan penonton yang antusias menyambut setiap regu yang melintas. Sorak sorai, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan hingga malam hari.
Sebanyak 19 regu peserta dari seluruh dusun se-Desa Bumiharjo menampilkan beragam kreasi budaya, seni tradisional, hingga pertunjukan bernuansa etnik yang memukau ribuan pasang mata. Penampilan peserta tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus menunjukkan kreativitas warga desa.
Di balik kemeriahan tersebut, geliat ekonomi masyarakat juga terlihat begitu nyata. Ratusan pedagang dan pelaku UMKM yang membuka lapak di sepanjang jalur karnaval menikmati lonjakan pembeli. Berbagai produk kuliner, minuman, hingga kerajinan lokal laris diserbu pengunjung.
Kepala Desa Bumiharjo, Sutarji, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan peringatan kemerdekaan tahun ini.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat persatuan, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap desa masih sangat kuat. Kegiatan seperti ini mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu semangat kemerdekaan,” ujarnya.
Menurut Sutarji, membludaknya jumlah pengunjung dan tingginya partisipasi warga menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat Bumiharjo memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan dan kemajuan desa.
Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang terlihat dalam karnaval hendaknya menjadi energi positif untuk mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan pemerintah desa.
“Kami berharap semangat yang luar biasa ini juga mendapat perhatian melalui percepatan pembangunan infrastruktur. Masyarakat sudah menunjukkan kekompakan dan partisipasi yang tinggi. Tentu harapan mereka adalah adanya peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” kata Sutarji.
Lebih lanjut, ia menyebut pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Bumiharjo. Mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan, akses jalan yang memadai dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi.
“Jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat desa. Ketika akses jalan baik, distribusi hasil pertanian menjadi lancar, biaya transportasi lebih efisien, dan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat. Karena itu kami berharap program pembangunan jalan lingkungan, jalan usaha tani, maupun akses penghubung antardusun dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan peserta dari Dusun Balirejo menyampaikan bahwa karnaval tahun ini menjadi momentum yang sangat berkesan bagi masyarakat.
“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan karnaval. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan warga masih sangat kuat. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal,” tuturnya.
Kemeriahan acara juga didukung pengamanan terpadu dari berbagai unsur. Personel Polsek Glenmore, Koramil 0825/16 Glenmore, Linmas, Banser, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta relawan desa bahu-membahu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Berkat sinergi seluruh pihak, rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif. Bagi masyarakat Bumiharjo, perayaan kemerdekaan tahun ini bukan hanya tentang pesta rakyat, melainkan juga simbol kuatnya persatuan serta harapan akan pembangunan yang semakin merata demi mewujudkan desa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(ATMAJA).

