BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Pawai budaya etnik Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah. Sebanyak 14 regu dari perwakilan dusun se-Desa Sumbergondo ikut ambil bagian dalam kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat tersebut.
Dengan menempuh rute hampir empat kilometer, masing-masing regu menampilkan beragam kreativitas seni, kostum etnik, hingga atraksi budaya yang menjadi hiburan bagi warga sepanjang jalur pawai.
Perwakilan panitia mengatakan, sejak awal pihaknya tidak hanya memikirkan kemeriahan acara, tetapi juga berupaya agar pelaksanaan pawai tetap memperhatikan kepentingan pengguna jalan.
“Kami ingin kegiatan ini berjalan meriah, tetapi tetap tertib. Pengguna jalan juga menjadi perhatian kami. Karena itu, sejak awal kami melakukan pengaturan dan rekayasa di beberapa titik agar arus lalu lintas tidak terganggu,” ujar perwakilan panitia.
Menurutnya, konsep pawai tahun ini sengaja dibuat berbeda. Panitia tidak menjadikan panggung kehormatan sebagai satu-satunya pusat perhatian. Sejumlah titik sepanjang rute dimanfaatkan sebagai lokasi atraksi peserta.
“Justru kami ingin masyarakat tidak hanya menunggu di depan panggung kehormatan. Dengan adanya beberapa titik atraksi, peserta bisa lebih dekat dengan masyarakat dan warga juga mendapatkan hiburan di sepanjang perjalanan,” jelasnya.
Konsep tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai pola penyelenggaraan seperti itu membuat pawai terasa lebih hidup karena interaksi antara peserta dan penonton terjadi di sejumlah lokasi.
Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya yang dimiliki masing-masing dusun.
“Kami berterima kasih kepada seluruh peserta, masyarakat, serta semua pihak yang ikut membantu sehingga kegiatan bisa berjalan aman dan lancar. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ruang kebersamaan dan pelestarian budaya di Desa Sumbergondo,” tambah perwakilan panitia.
Panitia juga mengingatkan masyarakat yang berada di sepanjang jalur agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan, terutama dengan memberikan ruang bagi kendaraan yang masih harus melintas.
Pawai budaya etnik Desa Sumbergondo yang digelar pada Sabtu (28/8/2026) tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus upaya menjaga tradisi dan kreativitas budaya lokal.(Atmaja).
