JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Sebanyak 100 peserta menghadiri Gathering & Sosialisasi Konversi LPG ke CNG yang digelar PT Sumber Joyo Abadi (SJA) di Hotel Green Red Syariah Jombang, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta, khususnya kalangan pengusaha yang ingin mengetahui alternatif sumber energi untuk mendukung efisiensi kebutuhan operasional.
Kegiatan tersebut memperkenalkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu alternatif sumber energi, termasuk untuk mendukung kebutuhan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai CNG, tetapi juga informasi terkait sistem distribusi, perangkat konversi, aspek implementasi hingga penerapan teknologi hybrid LPG-CNG.
Hadir sebagai narasumber Presiden Direktur PT Sumber Joyo Abadi, Mr. Yunjin, serta Bayu Anang Nugroho dan Dony Annur dari DK Academy selaku tim konsultan resmi PT Sumber Joyo Abadi. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya asesmen teknis agar penerapan CNG dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah penggunaan perangkat hybrid melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Melalui skema tersebut, perangkat converter dengan nilai sekitar Rp46 juta dapat digunakan sesuai ketentuan kerja sama tanpa mengharuskan pengguna membeli perangkat tersebut sejak awal.
Teknologi hybrid tersebut juga memungkinkan instalasi disesuaikan dengan sistem energi yang sudah tersedia di lokasi. Meski demikian, penerapannya tetap harus melalui asesmen teknis dan memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku agar proses konversi dapat dilakukan secara tepat dan aman.
Presiden Direktur PT Sumber Joyo Abadi, Mr. Yunjin, mengatakan pemanfaatan CNG tidak semata-mata berbicara mengenai harga energi. Menurutnya, keandalan pasokan dan keberlangsungan operasional juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh calon pengguna.
“Kami ingin memberikan pilihan energi yang mempertimbangkan efisiensi, keandalan pasokan, dan keberlangsungan operasional. Setiap lokasi mempunyai kebutuhan yang berbeda, sehingga implementasinya harus melalui asesmen teknis terlebih dahulu,” ujar Mr. Yunjin.
Sementara itu, Bayu Anang Nugroho dari DK Academy mengatakan kemudahan proses transisi menjadi salah satu faktor penting agar pengguna dapat mempertimbangkan CNG sesuai kebutuhan operasional. Ia menegaskan bahwa SJA tidak hanya menawarkan pasokan CNG, tetapi berupaya membangun ekosistem yang mencakup berbagai kebutuhan pengguna.
“Yang ingin kami bangun adalah sebuah ekosistem. Pengguna tidak hanya mendapatkan pasokan CNG, tetapi juga kemudahan proses konversi, dukungan perangkat hybrid, pendampingan teknis, serta perhitungan efisiensi. Dengan demikian, transisi dapat dilakukan secara terukur tanpa membebani pengguna dengan investasi perangkat di awal,” ujar Bayu Anang Nugroho.
Menurut Bayu, setiap calon pengguna tetap perlu melalui analisis konsumsi dan asesmen teknis. Dengan proses tersebut, pengguna dapat membandingkan biaya operasional sebelum dan setelah menggunakan CNG berdasarkan data konsumsi masing-masing, bukan hanya berdasarkan perbandingan harga energi.
Sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Sejumlah pengusaha di Jombang memberikan apresiasi terhadap konsep yang diperkenalkan, terutama karena kegiatan tersebut turut mengenalkan pemanfaatan energi dan solusi produksi dalam negeri serta memberikan gambaran mengenai perangkat pendukung konversi energi.
Kemudahan penggunaan perangkat hybrid melalui skema kerja sama tanpa harus membeli perangkat di awal juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Bagi peserta, skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif efisiensi karena proses konversi tidak serta-merta membutuhkan investasi besar untuk pengadaan perangkat.
Antusiasme peserta kemudian berkembang menjadi permintaan agar PT Sumber Joyo Abadi kembali menggelar gathering dan sosialisasi lanjutan di Jombang. Dari komunikasi awal yang berkembang setelah kegiatan, terdapat kelompok calon peserta sebanyak 3 orang, 23 orang dan 78 orang yang direncanakan menjadi bagian dari agenda sosialisasi berikutnya.
Gathering di Jombang juga menghasilkan tindak lanjut berupa penandatanganan MOU sebagai langkah awal menuju proses asesmen dan implementasi kerja sama. Hotel Green Red Syariah Jombang yang menjadi lokasi kegiatan turut melakukan MOU terkait program yang diperkenalkan. Dony Annur dari DK Academy menilai keberhasilan gathering tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari pemahaman hingga tindak lanjut nyata.
“Keberhasilan gathering bukan sekadar ketika ruangan penuh. Yang lebih penting adalah peserta memahami teknologinya, mengetahui perhitungan ekonominya, kemudian berani melanjutkan ke tahap asesmen dan kerja sama. Hari ini sudah ada MOU yang terlaksana dan muncul permintaan untuk gathering berikutnya. Ini menunjukkan respons pasar yang sangat positif,” ujar Dony Annur.
Selain efisiensi, kontinuitas pasokan menjadi perhatian karena operasional SPPG maupun dapur skala besar membutuhkan ketersediaan energi yang terencana. SJA memperkenalkan konsep buffer stock CNG yang disesuaikan dengan pola konsumsi masing-masing pengguna. Sebelum implementasi, calon pengguna akan melalui asesmen meliputi kebutuhan gas, kondisi instalasi, kebutuhan perangkat, frekuensi distribusi hingga jumlah stok yang perlu tersedia di lokasi. Peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap pemanfaatan produksi dan sumber energi dalam negeri, termasuk apresiasi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konteks penguatan energi nasional. Penyebutan tersebut merupakan aspirasi peserta gathering dan bukan pernyataan dukungan atau endorsement Menteri ESDM terhadap PT Sumber Joyo Abadi maupun kegiatan tersebut.
Setelah gathering, PT Sumber Joyo Abadi bersama DK Academy akan melanjutkan konsultasi dan asesmen terhadap calon pengguna yang berminat. Tahapannya mencakup pemeriksaan instalasi, analisis konsumsi energi, simulasi biaya, kebutuhan perangkat, pola distribusi CNG, buffer stock hingga persiapan implementasi teknis. SJA berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan di berbagai daerah sehingga semakin banyak pengelola SPPG dan pelaku usaha memperoleh informasi mengenai alternatif sumber energi sebelum menentukan sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Melalui SJA Gas CNG, perusahaan menyediakan solusi CNG, distribusi, dukungan perangkat serta pendampingan teknis bagi pengguna yang mempertimbangkan transisi dari LPG menuju CNG.(Zafin)
