Jombang,Kompasgrups.com-Peristiwa kebakaran lahan di Dusun Ketanon, Desa Diwek, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sabtu (12/9/2026), berujung tragis. Seorang pria lanjut usia (lansia), Sutaji (67), ditemukan meninggal dunia di area lahan yang terbakar.Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.10 WIB. Api membakar lahan dengan luas sekitar 3 x 4 meter. Dalam kejadian itu, satu orang korban dilaporkan meninggal dunia.
Korban diduga sedang melakukan aktivitas membakar sisa tanaman tebu atau daduk di lahan pertanian. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan berada di area yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Di sekitar lokasi korban, sejumlah peralatan pertanian seperti cangkul dan sekop juga ditemukan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari informasi yang dihimpun petugas saat melakukan penanganan kebakaran di lokasi kejadian.
Kepala BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, S.STP., M.Si., mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran lahan di wilayah Ketanon, Diwek. Setelah lokasi diketahui, petugas langsung bergerak menuju tempat kejadian untuk melakukan penanganan.
Dalam operasi tersebut, BPBD Jombang mengerahkan satu unit fire pumper truck dan dua unit supply truck. Petugas melakukan pemadaman sekaligus pembasahan pada area yang terbakar untuk memastikan api benar-benar terkendali.
Pembasahan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali menyala dan tidak menyebar ke area lainnya. Terlebih, arah penyebaran api dikhawatirkan mengarah ke kawasan permukiman penduduk di sekitar lokasi kejadian.
Saat proses penanganan kebakaran berlangsung, petugas menemukan adanya korban jiwa. Temuan tersebut kemudian segera dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan tenaga kesehatan melalui Puskesmas untuk melakukan penanganan terhadap korban serta mengamankan lokasi.
Terkait penyebab meninggalnya korban, hingga kini belum dapat dipastikan secara pasti. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban diduga meninggal akibat terlalu banyak menghirup asap, namun penyebab kematian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sementara itu, penyebab munculnya api juga masih dalam penyelidikan. Berdasarkan kondisi di lokasi dan arah angin, api diduga merambat dari sisi selatan menuju utara. Petugas tetap melakukan pembasahan untuk mengantisipasi penyebaran api lebih lanjut.
Operasi pemadaman dan penanganan kebakaran akhirnya selesai sekitar pukul 12.53 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan area terdampak telah dilakukan pembasahan guna meminimalisir kemungkinan munculnya kembali titik api.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sisa tanaman atau daduk di lahan pertanian. Dalam kondisi cuaca panas dan adanya tiupan angin, api dapat dengan cepat merambat dan berpotensi membahayakan lingkungan maupun keselamatan warga.(Zafin)


