JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM-Tradisi Grebeg Tahu kembali digelar di Kabupaten Jombang. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus HUT Jam’iyah Mahabbaturrosul (JMR) ke-62 tersebut berlangsung meriah di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jumat (4/9/2026) siang.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, S.H., M.Si. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Jombang itu disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Pimpinan Jam’iyah Mahabbaturrosul Gus Aunur Rokhim, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., para Asisten, Staf Ahli, kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Jombang, Camat dan Forkopimcam Jogoroto, serta jajaran Pemerintah Desa dan BPD setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Grebeg Tahu yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Sumbermulyo. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan budaya dan ungkapan rasa syukur, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkenalkan produk unggulan masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Jam’iyah Mahabbatur Rosul. Mudah-mudahan semakin memberikan manfaat dan maslahat bagi umat,” ujar Bupati Warsubi.
Ia menilai keberadaan banyak pelaku usaha tahu di Desa Sumbermulyo menjadi potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan. Karena itu, Grebeg Tahu dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap makanan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM setempat.
“Saya menyambut baik pelaksanaan tradisi tahunan Grebeg Tahu sebagai upaya untuk mempromosikan potensi Desa Sumbermulyo, serta menumbuhkan kecintaan terhadap makanan lokal kita. Ini juga merupakan wujud syukur kepada Allah SWT, karena di Kecamatan Jogoroto, khususnya Desa Sumbermulyo, terdapat banyak pengusaha tahu,” ungkapnya.
Bupati Warsubi berharap potensi industri tahu dan UMKM di wilayah tersebut tidak berhenti pada pasar lokal. Menurutnya, dengan pengelolaan dan promosi yang baik, produk tahu Sumbermulyo dapat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat regional dan nasional.
Pengembangan produk pangan lokal tersebut, lanjutnya, juga dapat memberikan efek positif terhadap sektor lainnya. Geliat ekonomi kreatif berbasis kuliner diharapkan mampu menjadi bagian dari daya tarik wisata Kabupaten Jombang yang memiliki beragam potensi, mulai dari wisata alam, religi, pertanian, budaya hingga kuliner.
“Saya berharap kegiatan Grebeg Tahu setiap tahunnya senantiasa mendapatkan antusiasme masyarakat, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Jogoroto dan sekitarnya,” jelasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin kuatnya pengaruh media sosial dalam pemasaran produk, Bupati juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk tidak hanya mengejar popularitas. Promosi digital memang penting, namun harus dibarengi dengan kualitas produk yang konsisten.
“Promosi dapat dilakukan secara lebih gencar, apalagi saat ini banyak hal cepat menjadi viral melalui media sosial. Namun tentu saja, jangan asal viral. Kualitas dan mutu produk harus selalu dijaga demi keberlanjutan usaha,” tegasnya.
Bupati Warsubi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, para pengusaha tahu, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui Grebeg Tahu dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun Kabupaten Jombang.
Semarak Grebeg Tahu semakin terasa dengan keterlibatan para pengusaha tahu di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Sebanyak 14 peserta mengikuti pawai gunungan tahu yang kemudian menjadi perhatian sekaligus rebutan masyarakat.
Tidak hanya menampilkan gunungan tahu, kreativitas peserta juga terlihat dari bentuk gunungan yang dibuat menyerupai sejumlah ikon Kabupaten Jombang. Di antaranya gunungan tahu berbentuk Ringin Contong, Masjid Agung Jombang, hingga Pendopo Kabupaten Jombang.
Tradisi tersebut pun tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi potensi tahu dan produk UMKM Desa Sumbermulyo. Dengan antusiasme warga yang tinggi, Grebeg Tahu diharapkan dapat terus digelar dan berkembang sebagai salah satu agenda budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Jogoroto.(Zafin)



